Filipina Akan Tutup 175 Perusahaan Judi dan Deportasi 40 Ribu Pekerja China

Selasa, 27 September 2022 - 00:15 WIB
"Penumpasan itu dipicu oleh laporan pembunuhan, penculikan dan kejahatan lain yang dilakukan oleh warga negara China terhadap sesama warga negara China," kata juru bicara Kementerian Kehakiman Filipina, Jose Dominic Clavano.

“POGO yang ditargetkan untuk ditutup memiliki izin yang kedaluwarsa atau dicabut, untuk pelanggaran seperti tidak membayar biaya pemerintah,” kata Clavano. Ia menambahkan, deportasi pekerja China akan dimulai bulan depan.

Pemerintah menghasilkan 7,2 miliar peso (USD$22,21 juta) pada tahun 2020 dan 3,9 miliar peso tahun lalu dalam biaya POGO saja, menurut Kementerian Keuangan. Para ekonom memperkirakan jumlah yang jauh lebih besar dihabiskan untuk pajak, pengeluaran pekerja dan sewa kantor.

Baca: Duo Pemimpin Separatis Muslim Filipina Bersatu untuk Bangun Mindanao

Kedutaan China di Manila dalam sebuah pernyataan mengatakan, Beijing mendukung deportasi dan tindakan keras terhadap kejahatan terkait POGO, menambahkan pemerintah "dengan tegas menentang dan mengambil tindakan keras untuk memerangi perjudian".
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!