100.000 Pengungsi Suriah di Turki Berencana Bentuk Konvoi Masuk ke Eropa
Jum'at, 23 September 2022 - 00:34 WIB
Faktor utama di balik pembentukan gerakan karavan adalah meningkatnya kemarahan di antara para pengungsi atas cara mereka diperlakukan di Turki. Penyelenggara mengkritik "rasisme yang menjijikkan" yang telah menyebabkan serangan mematikan terhadap warga Suriah.
Faris Mohammed Al-Ali, seorang warga Suriah berusia 18 tahun, tewas di Turki dalam dugaan serangan rasis bulan ini. Sementara Leyla Mohammed, 70, adalah korban serangan pada bulan Mei yang memicu kemarahan di seluruh dunia.
Baca: Hamas Resmi Pulihkan Hubungan dengan Rezim Suriah
“Pengungsi Suriah telah melarikan diri dari konflik berdarah, penyiksaan, penghilangan paksa dan pelanggaran menjijikkan lainnya untuk mencari keselamatan di Turki. Sangat mengerikan bahwa mereka sekarang menghadapi serangan lebih lanjut,” kata Sara Hashash dari kelompok hak asasi manusia Syria Campaign.
Sementara Khairu, seorang warga Suriah berusia 22 tahun yang telah tinggal di Turki sejak 2018, mengungkapkan kepada The Guardian, bahwa di Turki tak ada masa depan bagi pengungsi Suriah.
Faris Mohammed Al-Ali, seorang warga Suriah berusia 18 tahun, tewas di Turki dalam dugaan serangan rasis bulan ini. Sementara Leyla Mohammed, 70, adalah korban serangan pada bulan Mei yang memicu kemarahan di seluruh dunia.
Baca: Hamas Resmi Pulihkan Hubungan dengan Rezim Suriah
“Pengungsi Suriah telah melarikan diri dari konflik berdarah, penyiksaan, penghilangan paksa dan pelanggaran menjijikkan lainnya untuk mencari keselamatan di Turki. Sangat mengerikan bahwa mereka sekarang menghadapi serangan lebih lanjut,” kata Sara Hashash dari kelompok hak asasi manusia Syria Campaign.
Sementara Khairu, seorang warga Suriah berusia 22 tahun yang telah tinggal di Turki sejak 2018, mengungkapkan kepada The Guardian, bahwa di Turki tak ada masa depan bagi pengungsi Suriah.
Lihat Juga :