Turki Tuntut Permintaan Maaf Prancis atas Insiden Kapal Perang
Jum'at, 03 Juli 2020 - 01:40 WIB
Kapal perang Prancis adalah bagian dari misi NATO untuk menegakkan embargo senjata PBB di Libya. Menurut pejabat pertahanan Prancis, kapal Angkatan Laut-nya "disorot" tiga kali oleh radar penargetan Turki ketika mencoba mendekati kapal barang. Prancis mengecam insiden itu sebagai tindakan agresif dan bermusuhan.
Insiden itu membuat Paris menunda keikutsertaannya dalam patroli Angkatan Laut internasional pada hari Rabu.
Hubungan antara Paris dan Ankara merosot dalam beberapa pekan terakhir, karena salah satu dari mereka dituduh sebagai pihak yang melanggar embargo senjata.
Presiden Prancis Emmanuel Macron menyebut peran Turki di Libya sebagai "aksi kriminal", sedangkan Ankara menyatakan bahwa Prancis yang bersikap bias telah menutup mata terhadap sokongan senjata untuk kubu pasukan Khalifa Haftar yang bermusuhan dengan pasukan pemerintah Libya yang diakui PBB.
Insiden itu membuat Paris menunda keikutsertaannya dalam patroli Angkatan Laut internasional pada hari Rabu.
Hubungan antara Paris dan Ankara merosot dalam beberapa pekan terakhir, karena salah satu dari mereka dituduh sebagai pihak yang melanggar embargo senjata.
Presiden Prancis Emmanuel Macron menyebut peran Turki di Libya sebagai "aksi kriminal", sedangkan Ankara menyatakan bahwa Prancis yang bersikap bias telah menutup mata terhadap sokongan senjata untuk kubu pasukan Khalifa Haftar yang bermusuhan dengan pasukan pemerintah Libya yang diakui PBB.
(min)
Lihat Juga :