Presiden China Peringatkan Revolusi Warna di Negara-negara Anggota SCO

Sabtu, 17 September 2022 - 00:15 WIB
Dia menambahkan, “Sangat penting untuk mengantisipasi upaya kekuatan eksternal memprovokasi revolusi warna, dan bersama-sama menentang campur tangan dalam urusan internal negara lain dengan dalih apa pun."

Pernyataan itu mengacu pada berbagai protes yang didukung Barat yang bertujuan menggulingkan pemerintah di negara-negara pasca-Soviet.

Pernyataan Xi datang ketika Presiden Rusia Vladimir Putin memuji pengaruh yang berkembang dari “pusat kekuatan baru” yang bekerja sama satu sama lain dan memiliki kapasitas menantang dominasi global Barat.

Para pemimpin China dan Rusia sebelumnya telah membahas masalah kebijakan luar negeri di sela-sela KTT pada Kamis.

Putin mencatat upaya baru-baru ini untuk mendorong dunia unipolar telah mengambil “bentuk yang benar-benar jelek” yang ditolak sebagian besar dunia.

Dia menambahkan, “Rusia dan China berdiri bersama untuk tatanan dunia yang adil, demokratis, multipolar berdasarkan hukum internasional dan peran sentral PBB, dan bukan beberapa aturan yang diciptakan dan dicoba seseorang untuk diterapkan pada orang lain tanpa menjelaskan apa aturan itu.”
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!