Rusia Minta UE Buktikan Gandum Ukraina Dikirim ke Negara Miskin
Jum'at, 16 September 2022 - 05:49 WIB
Seperti dikutip dari Anadolu Agency, Turkiye, PBB, Rusia, dan Ukraina menandatangani perjanjian di Istanbul pada 22 Juli untuk melanjutkan ekspor gandum dari tiga pelabuhan Laut Hitam Ukraina. Sebelumnya, ekspor sempat dihentikan sementara setelah perang Rusia-Ukraina dimulai pada Februari silam.
Meskipun bukan bagian dari perjanjian formal, telah dinegosiasikan bahwa jika semuanya berjalan lancar, sanksi atas ekspor Rusia melalui Laut Hitam pada akhirnya akan dicabut. Rusia juga telah mendorong perluasan ruang lingkup kesepakatan untuk memasukkan barang-barang Rusia.
Baca: Kapal Pertama Pengangkut Gandum Ukraina Masuki Perairan Turki
Pada hari Rabu, Guterres mengatakan dia berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin melalui telepon untuk meningkatkan ruang lingkup kesepakatan, termasuk mencakup ekspor pupuk Rusia melalui Laut Hitam.
Ditanya tentang kemungkinan upaya untuk menciptakan mekanisme yang dirancang untuk mencabut Rusia dari status anggota tetap Dewan Keamanan PBB, Zakharova mengatakan itu adalah "skenario yang tidak realistis."
Meskipun bukan bagian dari perjanjian formal, telah dinegosiasikan bahwa jika semuanya berjalan lancar, sanksi atas ekspor Rusia melalui Laut Hitam pada akhirnya akan dicabut. Rusia juga telah mendorong perluasan ruang lingkup kesepakatan untuk memasukkan barang-barang Rusia.
Baca: Kapal Pertama Pengangkut Gandum Ukraina Masuki Perairan Turki
Pada hari Rabu, Guterres mengatakan dia berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin melalui telepon untuk meningkatkan ruang lingkup kesepakatan, termasuk mencakup ekspor pupuk Rusia melalui Laut Hitam.
Ditanya tentang kemungkinan upaya untuk menciptakan mekanisme yang dirancang untuk mencabut Rusia dari status anggota tetap Dewan Keamanan PBB, Zakharova mengatakan itu adalah "skenario yang tidak realistis."
Lihat Juga :