Siksa PRT Indonesia hingga Tewas, Majikan di Dubai Batal Dipenjara Seumur Hidup

Selasa, 06 September 2022 - 15:19 WIB
Menurut catatan pengadilan, staf rumah sakit menelepon polisi ketika mereka menemukan bahwa korban sudah meninggal pada saat kedatangan.

Hakim diberitahu bahwa terdakwa meninggalkan korban tanpa makanan untuk waktu yang lama dan mencegahnya menerima perawatan medis.

Hakim juga mendengar kesaksian tentang bagaimana korban dipukuli dengan sapu, ditinju dan ditendang di beberapa bagian tubuhnya, dan dibakar dengan besi panas di wajahnya.

Sebuah laporan medis menyatakan korban, yang beratnya hanya 32 kilogram pada saat kematiannya, memiliki lebih dari 22 luka, 11 patah tulang rusuk, memar dan goresan di sekujur tubuhnya.

Dokter mengatakan dia memiliki lebih dari 100 bekas dari luka yang baru saja sembuh.

Laporan itu mengatakan luka-luka tersebut menyebabkan organ internalnya pecah, yang akhirnya menyebabkan kematiannya.

Terdakwa, mantan direktur eksekutif sebuah perusahaan swasta, membantah tuduhan telah mengurung dan menyebabkan kematian korban saat sidang di Pengadilan Kriminal Dubai.

"Dia tidak kompeten dan sangat lambat dan menasihatinya untuk meningkatkan [kecepatan kerja] tetapi dia sengaja mengabaikan saya," kata terdakwa di pengadilan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!