Percaya Kiamat Segera Datang, 20.000 Warga Kamboja Ngungsi untuk Saksikan Akhir Dunia

Kamis, 01 September 2022 - 09:42 WIB
Astrid Norén-Nilsson, dosen senior di Pusat Studi Asia Timur dan Tenggara Universitas Lund, mengatakan kepada Vice World News: "Meskipun oposisi telah diizinkan untuk bangkit sampai batas tertentu, Kamboja masih sangat ditandai oleh bagaimana ini adalah periode mandat satu partai."

"Khem Veasna mencela politik dan membawa pengikutnya bersamanya dalam perjalanan untuk menjadi semacam gerakan sosial milenarian," ujarnya.

"Ini jelas berbicara kepada orang-orang di masa-masa yang tidak pasti dan agak gelap secara global ini," paparnya, yang dilansir Kamis (1/9/2022).

Para pengikut Veasna telah mengabaikan seruan dari otoritas lokal untuk membubarkan diri dan tetap berada di rumah pengungsian tersebut.

Sebuah utimatum dikeluarkan bagi para pendukung untuk pergi hari ini atau menghadapi tindakan hukum yang sesuai, meskipun tidak jelas tindakan apa yang dimaksud.

Alih-alih membubarkan diri, mereka sekarang mendirikan tenda di dekat rumah tersebut atau memesan kamar hotel, berharap ketika banjir datang mereka masih bisa melarikan diri dari naiknya air di safehaven.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!