Rusia dan Korea Selatan akan Bangun PLTN Pertama di Mesir
Senin, 29 Agustus 2022 - 14:34 WIB
Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol menyambut baik kesepakatan itu di halaman Facebook-nya.
Dia menggambarkannya sebagai ilustrasi "teknologi tenaga nuklir yang sangat baik" di negara itu.
"Energi nuklir tidak hanya memainkan peran penting dalam memenuhi meningkatnya permintaan listrik dan mencapai netralitas karbon, tetapi juga menyatukan bangsa-bangsa," ungkap Direktur Bisnis Internasional Rosatom Boris Arseev pada upacara penandatanganan, menurut siaran pers perusahaan.
"Kami di Rosatom sangat percaya bahwa kerja sama nuklir tidak boleh berhenti di masa yang penuh gejolak ini. Sebaliknya, sangat penting untuk mengembangkan dan memperluasnya agar lebih menguntungkan negara kami," ujar dia.
Nikkei Asia melaporkan proyek tersebut akan menjadi yang pertama kalinya dalam 13 tahun bahwa satu perusahaan Korea Selatan telah ditugaskan membangun pembangkit nuklir di luar negeri.
Dia menggambarkannya sebagai ilustrasi "teknologi tenaga nuklir yang sangat baik" di negara itu.
"Energi nuklir tidak hanya memainkan peran penting dalam memenuhi meningkatnya permintaan listrik dan mencapai netralitas karbon, tetapi juga menyatukan bangsa-bangsa," ungkap Direktur Bisnis Internasional Rosatom Boris Arseev pada upacara penandatanganan, menurut siaran pers perusahaan.
"Kami di Rosatom sangat percaya bahwa kerja sama nuklir tidak boleh berhenti di masa yang penuh gejolak ini. Sebaliknya, sangat penting untuk mengembangkan dan memperluasnya agar lebih menguntungkan negara kami," ujar dia.
Nikkei Asia melaporkan proyek tersebut akan menjadi yang pertama kalinya dalam 13 tahun bahwa satu perusahaan Korea Selatan telah ditugaskan membangun pembangkit nuklir di luar negeri.
Lihat Juga :