Pakar Militer: Jepang Kekurangan Amunisi untuk Perang Skala Besar
Jum'at, 26 Agustus 2022 - 06:30 WIB
"Karena ini, Pasukan Bela Diri Jepang memiliki jumlah amunisi yang sangat kecil," sang ahli menunjukkan. "Angka-angka tertentu merupakan rahasia militer. Namun, jelas bahwa jika perang nyata pecah, amunisi akan habis dengan sangat cepat," tambahnya.
Seperti yang ditunjukkan oleh data dari surat kabar bisnis terkemuka Jepang Nikkei, amunisi tersebut akan bertahan paling lama tidak lebih dari dua bulan dari konflik militer yang nyata, misalnya di wilayah Taiwan. Selain itu, 70% dari amunisi Jepang telah disimpan di pulau paling utara Hokkaido sejak periode Perang Dingin dan konfrontasi dengan Uni Soviet dan akan sangat sulit untuk memindahkannya ke daerah yang berpotensi menjadi konflik di Laut China Timur.
Seperti yang dikatakan pakar militer Jepang kepada TASS, sekitar 15.000 amunisi digunakan setiap hari dalam operasi tempur yang sedang berlangsung di Ukraina. "Jepang tidak memiliki kemampuan untuk menanggung lingkup operasi militer ini," tegas Koizumi.
Baca: Tokyo Protes, Rudal China Mendarat di Zona Ekonomi Eksklusif Jepang
Sebuah diskusi saat ini sedang berlangsung di Jepang untuk meningkatkan pengeluaran pertahanan negara menjadi 2% dari produk domestik bruto (PDB), kata pakar tersebut.
Seperti yang ditunjukkan oleh data dari surat kabar bisnis terkemuka Jepang Nikkei, amunisi tersebut akan bertahan paling lama tidak lebih dari dua bulan dari konflik militer yang nyata, misalnya di wilayah Taiwan. Selain itu, 70% dari amunisi Jepang telah disimpan di pulau paling utara Hokkaido sejak periode Perang Dingin dan konfrontasi dengan Uni Soviet dan akan sangat sulit untuk memindahkannya ke daerah yang berpotensi menjadi konflik di Laut China Timur.
Seperti yang dikatakan pakar militer Jepang kepada TASS, sekitar 15.000 amunisi digunakan setiap hari dalam operasi tempur yang sedang berlangsung di Ukraina. "Jepang tidak memiliki kemampuan untuk menanggung lingkup operasi militer ini," tegas Koizumi.
Baca: Tokyo Protes, Rudal China Mendarat di Zona Ekonomi Eksklusif Jepang
Sebuah diskusi saat ini sedang berlangsung di Jepang untuk meningkatkan pengeluaran pertahanan negara menjadi 2% dari produk domestik bruto (PDB), kata pakar tersebut.
Lihat Juga :