Ratusan Orang Dievakuasi dari Terowongan Kereta Bawah Laut
Kamis, 25 Agustus 2022 - 00:17 WIB
Pelancong lain, Michael Kent, mengatakan penumpang menghabiskan beberapa jam di kereta sebelum dievakuasi ketika staf mencoba memecahkan masalah.
Penumpang lain, Michael Harrison, men-tweet foto-foto seluruh peristiwa itu, menunjukkan penumpang menunggu berjam-jam di dalam kereta yang luas dan kemudian berjalan melalui terowongan layanan sebelum akhirnya dibawa dengan bus kembali ke terminal.
Para penumpang akhirnya dipindahkan ke kereta pengganti, tetapi menghabiskan hampir lima jam di terowongan bawah laut.
Insiden itu memengaruhi kereta yang berangkat dari Calais pada pukul 15:50 waktu setempat pada hari Selasa. Kemudian kereta api dari Prancis tertunda hingga enam jam.
John Keefe, dari operator Getlink, mengatakan penumpang dibawa ke Folkestone sementara kereta dibawa keluar dari terowongan dan mereka bergabung kembali dengan kendaraan mereka.
Baca juga: Bangladesh Pangkas Hari Sekolah dan Jam Kerja untuk Hemat Listrik
"Operasi seperti ini memang membutuhkan waktu, tetapi untuk keselamatan semua orang dan harus dilakukan dengan hati-hati," katanya kepada AFP.
Penumpang lain, Michael Harrison, men-tweet foto-foto seluruh peristiwa itu, menunjukkan penumpang menunggu berjam-jam di dalam kereta yang luas dan kemudian berjalan melalui terowongan layanan sebelum akhirnya dibawa dengan bus kembali ke terminal.
Para penumpang akhirnya dipindahkan ke kereta pengganti, tetapi menghabiskan hampir lima jam di terowongan bawah laut.
Insiden itu memengaruhi kereta yang berangkat dari Calais pada pukul 15:50 waktu setempat pada hari Selasa. Kemudian kereta api dari Prancis tertunda hingga enam jam.
John Keefe, dari operator Getlink, mengatakan penumpang dibawa ke Folkestone sementara kereta dibawa keluar dari terowongan dan mereka bergabung kembali dengan kendaraan mereka.
Baca juga: Bangladesh Pangkas Hari Sekolah dan Jam Kerja untuk Hemat Listrik
"Operasi seperti ini memang membutuhkan waktu, tetapi untuk keselamatan semua orang dan harus dilakukan dengan hati-hati," katanya kepada AFP.
Lihat Juga :