Singapura Akan Anggap Biasa Homoseks, Tapi di 12 Negara Ini Bisa Dihukum Mati

Senin, 22 Agustus 2022 - 15:20 WIB
Dua dari tindakan yang paling mengejutkan adalah menghukum pencuri dengan amputasi dan menetapkan tindakan homoseksual dan perzinaaan sebagai capital crime, yang akan berujung pada hukum rajam.

Setelah beberapa minggu memicu kemarahan internasional, Sultan Brunei Hassanal Bolkiah mengumumkan undang-undang itu akan ditempatkan di bawah moratorium.

4. Mauritania

Homoseksualitas selalu ilegal di Mauritania, negara terbesar ke-11 di Afrika berdasarkan wilayah. Tapi itu awalnya dianggap bukan kejahatan besar. Pelanggar saat itu dijatuhi hukuman tiga tahun penjara.

Namun, pada tahun 1983 hukum berubah ketika negara itu mengadopsi hukum Syariah Islam menjadi dasar hukum pidana. Hal ini membuat homoseksualitas menjadi kejahatan yang dapat dihukum mati. Cara eksekusinya adalah rajam.

5. Nigeria

Pada tahun 2014, presiden Nigeria saat itu Goodluck Jonathan menandatangani Same Sex Marriage (Prohibition) Act atau Undang-Undang (Larangan) Pernikahan Sesama Jenis.

Tidak hanya melarang pernikahan gay, tetapi juga melarang pendaftaran kelab gay, perkumpulan dan organisasi lain yang mendukung komunitas lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT).

Menampilkan kasih sayang di depan umum antara orang-orang gay juga dilarang. Siapa pun yang terbukti bersalah melakukan homoseksualitas dapat dipenjara hingga 14 tahun.

Sementara hukum ini diterapkan di seluruh negeri, 12 negara bagian utara memiliki hukum mereka sendiri, yakni menghukum mati pria dan wanita gay dengan rajam.

6. Qatar

Hubungan seks sesama jenis dalam bentuk apa pun adalah ilegal di Qatar dan dapat dihukum hingga tujuh tahun penjara.

Khusus bagi Muslim di negara tersebut dapat menghadapi hukuman mati--berdasarkan interpretasi Hukum Syariah--, jika mereka melakukan hubungan seks di luar nikah, terlepas dari apakah perselingkuhan itu antara pria, wanita, atau pria dan wanita.

7. Arab Saudi

Hubungan antara orang-orang dari jenis kelamin yang sama—apakah pria atau wanita—dapat diadili sebagai kejahatan berat di Arab Saudi.

Kejahatan terorisme juga merupakan pelanggaran berat di Arab Saudi. Hukumannya juga bisa berupa cambuk, tetapi itu tergantung pada keseriusan yang diakibatkan dari kesalahan tersebut.

Hukuman untuk pelanggar pertama kali sering cambuk atau beberapa waktu penjara, sementara mereka yang tertangkap lebih dari satu kali dapat dieksekusi mati.

8. Afghanistan
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!