Pasukan Saudi dan Marinir AS Mulai Latgab di Pantai Laut Merah
Minggu, 14 Agustus 2022 - 18:30 WIB
Sementara Kolonel Matthew Hakula, Komandan Pasukan AS, mengatakan bahwa manuver bersama akan meningkatkan kesiapan tempur, serta memperkuat kompatibilitas antara pasukan Saudi dan AS. Latihan selama sebulan mencakup latihan logistik dan operasi dengan peluru tajam.
Arab Saudi dan AS adalah sekutu dekat. Keduanya rutin melakukan latihan gabungan untuk meningkatkan kordinasi di sektor keamanan. AS juga menyuplai persenjataan ke tubuh Angkatan Bersenjata Kerajaan Saudi.
Baca: Arab Saudi Marah Besar Pemukim Yahudi Israel Serbu Masjid Al Aqsa
Departemen Luar Negeri (Deplu) AS dilaporkan telah menyetujui penjualan 300 rudal Patriot ke Arab Saudi dalam kesepakatan senilai USD3,05 miliar atau sekitar Rp45,4 triliun. Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Pentagon, AS mengatakan bahwa Riyadh meminta rudal PATRIOT MIM-104E Guidance Enhanced Missile-Tactical Ballistic Missiles (GEM-T).
Penjualan akan mencakup alat-alat lain dan peralatan uji coba. Kontraktor utama adalah Raytheon yang berbasis di AS. "Penjualan yang diusulkan ini akan mendukung tujuan kebijakan luar negeri dan tujuan keamanan nasional Amerika Serikat dengan meningkatkan keamanan negara mitra yang merupakan kekuatan untuk stabilitas politik dan kemajuan ekonomi di kawasan Teluk," kata Pentagon seperti dikutip dari Al Arabiya, Kamis (4/8/2022).
Arab Saudi dan AS adalah sekutu dekat. Keduanya rutin melakukan latihan gabungan untuk meningkatkan kordinasi di sektor keamanan. AS juga menyuplai persenjataan ke tubuh Angkatan Bersenjata Kerajaan Saudi.
Baca: Arab Saudi Marah Besar Pemukim Yahudi Israel Serbu Masjid Al Aqsa
Departemen Luar Negeri (Deplu) AS dilaporkan telah menyetujui penjualan 300 rudal Patriot ke Arab Saudi dalam kesepakatan senilai USD3,05 miliar atau sekitar Rp45,4 triliun. Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Pentagon, AS mengatakan bahwa Riyadh meminta rudal PATRIOT MIM-104E Guidance Enhanced Missile-Tactical Ballistic Missiles (GEM-T).
Penjualan akan mencakup alat-alat lain dan peralatan uji coba. Kontraktor utama adalah Raytheon yang berbasis di AS. "Penjualan yang diusulkan ini akan mendukung tujuan kebijakan luar negeri dan tujuan keamanan nasional Amerika Serikat dengan meningkatkan keamanan negara mitra yang merupakan kekuatan untuk stabilitas politik dan kemajuan ekonomi di kawasan Teluk," kata Pentagon seperti dikutip dari Al Arabiya, Kamis (4/8/2022).
(esn)
Lihat Juga :