Gedung Putih: Tindakan China di Sekitar Taiwan Provokatif
Minggu, 07 Agustus 2022 - 18:17 WIB
Gedung Putih: Tindakan China di Sekitar Taiwan Provokatif. FOTO/Reuters
WASHINGTON - Gedung Putih mengatakan pada Sabtu (7/8/2022), bahwa tindakan China di dalam dan sekitar Selat Taiwan adalah provokatif dan tidak bertanggung jawab. Pernyataan itu dilontarkan setelah pejabat Taiwan mengatakan pesawat dan kapal perang China melatih serangan di pulau itu.
“Kegiatan ini merupakan eskalasi signifikan dalam upaya China untuk mengubah status quo. Mereka provokatif, tidak bertanggung jawab, dan meningkatkan risiko salah perhitungan," kata juru bicara Gedung Putih, seperti dikutip dari Reuters.
Baca: Memanas! 20 Jet Tempur dan 10 Kapal AL China Lintasi Garis Tengah Selat Taiwan
“Mereka juga bertentangan dengan tujuan lama kami untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan, yang diharapkan dunia,” lanjut juru bicara itu.
Sebelumnya, Taiwan menuduh tentara China mensimulasikan serangan di pulau utamanya pada hari Sabtu, ketika Beijing melanjutkan pembalasannya atas kunjungan Ketua DPR Amerika Serikat (AS) Nancy Pelosi ke Taipei.
Hubungan antara kedua negara adidaya itu menukik setelah perjalanan Pelosi ke tetangga China yang memiliki pemerintahan sendiri—yang diklaimnya sebagai wilayahnya—mendorong seruan dari PBB untuk segera meredakan ketegangan.
“Kegiatan ini merupakan eskalasi signifikan dalam upaya China untuk mengubah status quo. Mereka provokatif, tidak bertanggung jawab, dan meningkatkan risiko salah perhitungan," kata juru bicara Gedung Putih, seperti dikutip dari Reuters.
Baca: Memanas! 20 Jet Tempur dan 10 Kapal AL China Lintasi Garis Tengah Selat Taiwan
“Mereka juga bertentangan dengan tujuan lama kami untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan, yang diharapkan dunia,” lanjut juru bicara itu.
Sebelumnya, Taiwan menuduh tentara China mensimulasikan serangan di pulau utamanya pada hari Sabtu, ketika Beijing melanjutkan pembalasannya atas kunjungan Ketua DPR Amerika Serikat (AS) Nancy Pelosi ke Taipei.
Hubungan antara kedua negara adidaya itu menukik setelah perjalanan Pelosi ke tetangga China yang memiliki pemerintahan sendiri—yang diklaimnya sebagai wilayahnya—mendorong seruan dari PBB untuk segera meredakan ketegangan.
Lihat Juga :