Kremlin: Rusia Siap untuk Kesepakatan Damai Ukraina
Kamis, 04 Agustus 2022 - 14:55 WIB
Kiev memutuskan pembicaraan dengan Moskow setelah menuduh Rusia melakukan kejahatan perang, tuduhan yang menurut Rusia didasarkan pada bukti palsu. Kepemimpinan Ukraina sejak itu bersikeras bahwa negosiasi hanya dapat dilanjutkan setelah Rusia dikalahkan di medan perang dengan bantuan senjata Barat.
Dmitry Peskov juga mengomentari kunjungan baru-baru ini ke Moskow oleh mantan Kanselir Jerman Gerhard Schroeder. Juru bicara Kremlin itu mengkonfirmasi Schroeder bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Terlepas dari spekulasi media bahwa mantan pemimpin Jerman itu dapat menjadi mediator dalam konflik Ukraina, pria berusia 78 tahun itu tidak menyatakan keinginannya untuk melakukannya, kata Peskov.
Baca juga: Ukraina Sebut Rusia Siapkan Serangan ke Kampung Halaman Zelensky
Rusia mengirim pasukan ke Ukraina pada 24 Februari, dengan alasan kegagalan Kiev untuk mengimplementasikan perjanjian Minsk, yang dirancang untuk memberi wilayah Donetsk dan Lugansk status khusus di dalam negara Ukraina. Protokol, yang ditengahi oleh Jerman dan Prancis, pertama kali ditandatangani pada 2014.
Dmitry Peskov juga mengomentari kunjungan baru-baru ini ke Moskow oleh mantan Kanselir Jerman Gerhard Schroeder. Juru bicara Kremlin itu mengkonfirmasi Schroeder bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Terlepas dari spekulasi media bahwa mantan pemimpin Jerman itu dapat menjadi mediator dalam konflik Ukraina, pria berusia 78 tahun itu tidak menyatakan keinginannya untuk melakukannya, kata Peskov.
Baca juga: Ukraina Sebut Rusia Siapkan Serangan ke Kampung Halaman Zelensky
Rusia mengirim pasukan ke Ukraina pada 24 Februari, dengan alasan kegagalan Kiev untuk mengimplementasikan perjanjian Minsk, yang dirancang untuk memberi wilayah Donetsk dan Lugansk status khusus di dalam negara Ukraina. Protokol, yang ditengahi oleh Jerman dan Prancis, pertama kali ditandatangani pada 2014.
Lihat Juga :