Profil Fatima Payman, Senator Australia yang Serukan Gadis Muda Bangga Berhijab
Sabtu, 30 Juli 2022 - 11:03 WIB
Fatima adalah seorang Muslimah Australia yang dengan akar budaya dari Afghanistan. Ia adalah putri tertua dari empat bersaudara dan dibesarkan di pinggiran utara Perth.
Ayah Fatima tiba di Australia sebagai pengungsi. Saat ia berusia 5 tahun, Taliban menyerang wilayahnya. Ia dan keluarganya pun pergi ke Australia dengan perahu pada 1999.
Ia menempuh pendidikan di Australian Islamic College Perth. Dia mengambil studi farmasi dan kedokteran daripada politik. Fatima memiliki gelar sarjana di bidang seni dalam antropologi dan sosiologi.
Baca juga: Profil Zeena Ali, Polisi Wanita Berhijab Pertama di Selandia Baru
Aktivitas selama masa kuliah pada tahun 2013 merupakan pilar karir politiknya. Ia mulai menjadi sukarelawan dengan mengumpulkan dana untuk Penny Appeal Australia saat mengajar siswa sekolah menengah. Dia bergabung dengan Edmund Rice Center untuk membantu mengembangkan dan meningkatkan keterampilan para pemimpin komunitas muda. Sejak 2017, Fatima telah bekerja sama dengan Polisi WA untuk membantu mereka lebih memahami hambatan yang dihadapi oleh pemuda dan komunitas yang beragam budaya.
Selain itu, meski menjadi mahasiswa pascasarjana di Ilmu Farmasi, ia kemudian bergabung dengan Serikat Pekerja Bersatu pada 2018 sebagai penyelenggara.
Ini sejatinya bukanlah hal yang asing bagi Fatimah karena darah politik mengalir dalam dirinya. Sang kakek dikabarkan adalah anggota parlemen Afghanistan.
Ayah Fatima tiba di Australia sebagai pengungsi. Saat ia berusia 5 tahun, Taliban menyerang wilayahnya. Ia dan keluarganya pun pergi ke Australia dengan perahu pada 1999.
Ia menempuh pendidikan di Australian Islamic College Perth. Dia mengambil studi farmasi dan kedokteran daripada politik. Fatima memiliki gelar sarjana di bidang seni dalam antropologi dan sosiologi.
Baca juga: Profil Zeena Ali, Polisi Wanita Berhijab Pertama di Selandia Baru
Aktivitas selama masa kuliah pada tahun 2013 merupakan pilar karir politiknya. Ia mulai menjadi sukarelawan dengan mengumpulkan dana untuk Penny Appeal Australia saat mengajar siswa sekolah menengah. Dia bergabung dengan Edmund Rice Center untuk membantu mengembangkan dan meningkatkan keterampilan para pemimpin komunitas muda. Sejak 2017, Fatima telah bekerja sama dengan Polisi WA untuk membantu mereka lebih memahami hambatan yang dihadapi oleh pemuda dan komunitas yang beragam budaya.
Selain itu, meski menjadi mahasiswa pascasarjana di Ilmu Farmasi, ia kemudian bergabung dengan Serikat Pekerja Bersatu pada 2018 sebagai penyelenggara.
Ini sejatinya bukanlah hal yang asing bagi Fatimah karena darah politik mengalir dalam dirinya. Sang kakek dikabarkan adalah anggota parlemen Afghanistan.
Lihat Juga :