Taliban Bantah Ditawari Hadiah oleh Rusia untuk Bunuh Tentara AS
Minggu, 28 Juni 2020 - 17:08 WIB
Sebelumya, seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Rusia menyebut laporan New York Times adalah tidak benar. Menurut pejabat tersebut, laporan New York Times itu adalah satu lagi berita palsu yang bertujuan untuk mengganggu proses perdamaian Afghanistan.
"Kami telah memperhatikan berita palsu lain, dirilis ke ruang media oleh intelijen AS tentang dugaan keterlibatan intelijen militer Rusia dalam pembunuhan kontrak pasukan AS di Afghanistan," kata seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Rusia.
( Baca juga: Mengintip Pengelolaan Limbah Medis di RSCM )
"Kisah tumpul ini dengan jelas menggambarkan rendahnya kemampuan intelektual staff propaganda intelijen AS, yang bukannya membuat sesuatu yang lebih rumit muncul dengan omong kosong seperti itu," ujarnya.
"Kami telah memperhatikan berita palsu lain, dirilis ke ruang media oleh intelijen AS tentang dugaan keterlibatan intelijen militer Rusia dalam pembunuhan kontrak pasukan AS di Afghanistan," kata seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Rusia.
( Baca juga: Mengintip Pengelolaan Limbah Medis di RSCM )
"Kisah tumpul ini dengan jelas menggambarkan rendahnya kemampuan intelektual staff propaganda intelijen AS, yang bukannya membuat sesuatu yang lebih rumit muncul dengan omong kosong seperti itu," ujarnya.
(esn)
Lihat Juga :