Pakar Militer: Jet Tempur Korsel-Indonesia KF-21 Bukan Tandingan Jet Siluman J-20 China
Selasa, 26 Juli 2022 - 08:57 WIB
Karakteristik utama dari semua pesawat tempur generasi kelima adalah desain permukaan yang dioptimalkan dan penyimpanan senjata di ruang internal untuk mengurangi pantulan radar dan mempertahankan kemampuan siluman.
Namun, meskipun desain aerodinamis KF-21 mengadopsi banyak fitur dari pesawat tempur siluman, penerbangan uji coba menunjukkan bahwa ia membawa empat model rudal pada hard point eksternal, menunjukkan kemampuan siluman yang sangat terbatas.
Mesin F414-GE-400K buatan Amerika untuk KF-21 juga merupakan kekurangan yang jelas, karena kekuatannya tidak akan mampu menandingi kebutuhan pesawat tempur generasi kelima untuk supercruise dan kemampuan manuver.
Meskipun demikian, dengan avionik canggih seperti radar active electronically scaned array (AESA), pod penargetan elektro-optik, sistem pencarian dan pelacakan inframerah, dan persenjataan yang mumpuni termasuk rudal udara-ke-udara dan udara-ke-permukaan, KF-21 memenuhi syarat untuk menjadi pejuang generasi keempat atau empat plus modern.
“KF-21 bahkan bukan pesaing [jet tempur] FC-31 China, apalagi J-20,” kata Antony Wong Tong, seperti dikutip dari South China Morning Post, Selasa (26/7/2022).
“Tapi itu bisa menjadi lawan yang baik untuk varian J-10 nanti.”
Chengdu J-10 adalah pesawat tempur multi-peran generasi keempat buatan China yang diperkenalkan pada tahun 2005, dengan ratusan unit sekarang dalam pelayanan.
Sebagai jet bermesin tunggal, J-10 relatif lebih sempit dan lebih ringan dari KF-21.
Varian terbarunya, J-10B dan J-10C, juga dilengkapi dengan avionik canggih seperti radar AESA, sensor target elektro-optik dan pencari inframerah, dan mereka juga membawa senjata yang kuat.
Namun, meskipun desain aerodinamis KF-21 mengadopsi banyak fitur dari pesawat tempur siluman, penerbangan uji coba menunjukkan bahwa ia membawa empat model rudal pada hard point eksternal, menunjukkan kemampuan siluman yang sangat terbatas.
Mesin F414-GE-400K buatan Amerika untuk KF-21 juga merupakan kekurangan yang jelas, karena kekuatannya tidak akan mampu menandingi kebutuhan pesawat tempur generasi kelima untuk supercruise dan kemampuan manuver.
Meskipun demikian, dengan avionik canggih seperti radar active electronically scaned array (AESA), pod penargetan elektro-optik, sistem pencarian dan pelacakan inframerah, dan persenjataan yang mumpuni termasuk rudal udara-ke-udara dan udara-ke-permukaan, KF-21 memenuhi syarat untuk menjadi pejuang generasi keempat atau empat plus modern.
“KF-21 bahkan bukan pesaing [jet tempur] FC-31 China, apalagi J-20,” kata Antony Wong Tong, seperti dikutip dari South China Morning Post, Selasa (26/7/2022).
“Tapi itu bisa menjadi lawan yang baik untuk varian J-10 nanti.”
Chengdu J-10 adalah pesawat tempur multi-peran generasi keempat buatan China yang diperkenalkan pada tahun 2005, dengan ratusan unit sekarang dalam pelayanan.
Sebagai jet bermesin tunggal, J-10 relatif lebih sempit dan lebih ringan dari KF-21.
Varian terbarunya, J-10B dan J-10C, juga dilengkapi dengan avionik canggih seperti radar AESA, sensor target elektro-optik dan pencari inframerah, dan mereka juga membawa senjata yang kuat.
Lihat Juga :