Turki Mengaku Tak Perlu Izin untuk Gelar Operasi Militer di Suriah
Jum'at, 22 Juli 2022 - 04:45 WIB
Komentar tersebut menggemakan peringatan berbulan-bulan dari Presiden Recep Tayyip Erdogan tentang Turki yang akan segera meluncurkan kampanye darat baru di Suriah. Serangan itu akan menjadi yang kelima sejak 2016.
Sebagian besar serangan Turki sebelumnya menargetkan militan Kurdi yang dihubungkan oleh Ankara ke kelompok yang telah melakukan pemberontakan selama beberapa dekade melawan negara Turki.
Baca: Arab Saudi, Turki dan Mesir akan Gabung BRICS
Baik Rusia dan Iran memiliki pasukan atau milisi di daerah-daerah yang disebutkan sebagai kemungkinan target serangan baru Turki.Teheran dan Moskow mendukung pemerintah Suriah selama konflik negara itu, sementara Ankara mendukung pemberontak.
Sebelumnya, Erdogan mengatakan rencana pemerintahnya untuk melakukan serangan militer baru di Suriah utara akan dibahas selama gerilyawan Kurdi terus menimbulkan ancaman keamanan bagi negaranya.
Erdogan juga meminta Amerika Serikat untuk menarik pasukan dari timur Sungai Efrat. Ia menuduh sekutu NATO itu, sekali lagi, melatih dan membantu milisi Kurdi Suriah yang dianggap Ankara sebagai teroris.
Sebagian besar serangan Turki sebelumnya menargetkan militan Kurdi yang dihubungkan oleh Ankara ke kelompok yang telah melakukan pemberontakan selama beberapa dekade melawan negara Turki.
Baca: Arab Saudi, Turki dan Mesir akan Gabung BRICS
Baik Rusia dan Iran memiliki pasukan atau milisi di daerah-daerah yang disebutkan sebagai kemungkinan target serangan baru Turki.Teheran dan Moskow mendukung pemerintah Suriah selama konflik negara itu, sementara Ankara mendukung pemberontak.
Sebelumnya, Erdogan mengatakan rencana pemerintahnya untuk melakukan serangan militer baru di Suriah utara akan dibahas selama gerilyawan Kurdi terus menimbulkan ancaman keamanan bagi negaranya.
Erdogan juga meminta Amerika Serikat untuk menarik pasukan dari timur Sungai Efrat. Ia menuduh sekutu NATO itu, sekali lagi, melatih dan membantu milisi Kurdi Suriah yang dianggap Ankara sebagai teroris.
Lihat Juga :