AS Tuding Rusia dan Iran Lakukan Perdagangan Manusia dan Kerja Paksa
Rabu, 20 Juli 2022 - 14:11 WIB
"Jutaan orang Ukraina harus meninggalkan rumah mereka, beberapa meninggalkan negara itu sama sekali, sebagian besar hanya membawa apa yang bisa mereka bawa," kata Menteri Luar Negeri Antony Blinken dalam sebuah upacara saat dia mempresentasikan laporan tersebut, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (19/7/2022).
“Itu membuat mereka sangat rentan terhadap eksploitasi,” lanjut Blinken. Blinken mengatakan saat ini ada hampir 25 juta korban perdagangan manusia di seluruh dunia. Kedutaan Rusia di Washington tidak segera menanggapi permintaan komentar atas tuduhan laporan tersebut.
Selain Rusia, bagian sponsor negara yang baru mencantumkan Afghanistan, Burma, Kuba, Iran, Korea Utara, dan lima negara lain dengan "'kebijakan atau pola' perdagangan manusia yang terdokumentasi," kerja paksa di sektor-sektor yang berafiliasi dengan pemerintah, seksual perbudakan di kamp-kamp pemerintah atau yang mempekerjakan atau merekrut tentara anak.
Baca: Putin kepada AS: Berhenti Merampok Minyak Suriah!
Laporan tersebut berisi daftar terpisah dari 12 negara yang mempekerjakan atau merekrut tentara anak-anak, termasuk Rusia dan beberapa di antaranya termasuk dalam bagian sponsor negara yang baru.
“Itu membuat mereka sangat rentan terhadap eksploitasi,” lanjut Blinken. Blinken mengatakan saat ini ada hampir 25 juta korban perdagangan manusia di seluruh dunia. Kedutaan Rusia di Washington tidak segera menanggapi permintaan komentar atas tuduhan laporan tersebut.
Selain Rusia, bagian sponsor negara yang baru mencantumkan Afghanistan, Burma, Kuba, Iran, Korea Utara, dan lima negara lain dengan "'kebijakan atau pola' perdagangan manusia yang terdokumentasi," kerja paksa di sektor-sektor yang berafiliasi dengan pemerintah, seksual perbudakan di kamp-kamp pemerintah atau yang mempekerjakan atau merekrut tentara anak.
Baca: Putin kepada AS: Berhenti Merampok Minyak Suriah!
Laporan tersebut berisi daftar terpisah dari 12 negara yang mempekerjakan atau merekrut tentara anak-anak, termasuk Rusia dan beberapa di antaranya termasuk dalam bagian sponsor negara yang baru.
Lihat Juga :