Tulsi Gabbard: AS di Ambang Perang Nuklir dengan Rusia

Jum'at, 15 Juli 2022 - 14:36 WIB
Biden telah memimpin tuntutan sanksi internasional untuk menghukum Moskow atas serangan militernya di Ukraina. AS telah menyetujui bantuan senilai USD70 miliar, termasuk persenjataan canggih, untuk membantu Ukraina melawan pasukan Rusia.

Selama kunjungan ke Israel pada hari Kamis, Biden mengatakan Washington akan terus memberikan bantuan semacam itu tanpa batas untuk memastikan bahwa Moskow mengalami kegagalan strategis di Ukraina.

“Presiden Biden sendiri mengatakan dia tidak tahu kapan atau bagaimana itu akan berakhir, tetapi kami tahu ke mana eskalasi ini mengarah,” kata Gabbard.

“Ini membawa kita lebih dekat dan lebih dekat ke ambang perang nuklir dengan Rusia," paparnya, yang dilansir Russia Today, Jumat (15/7/2022).

Kampanye anti-Rusia oleh Biden telah berkontribusi pada tingkat inflasi AS tertinggi dalam lebih dari 40 tahun, termasuk rekor harga bensin dan solar. Namun demikian, "elang perang" Demokrat dan Republik sama-sama mendukung strategi tersebut.

Setelah memberikan suara untuk menyetujui paket bantuan Ukraina senilai USD40 miliar pada bulan Mei, Anggota Parlemen AS Dan Crenshaw mengatakan, “Berinvestasi dalam penghancuran militer musuh kita, tanpa kehilangan satu pun pasukan Amerika, menurut saya adalah ide yang bagus.”

Gabbard berpendapat bahwa para pemimpin AS bersikap angkuh tentang krisis, mengabaikan risiko memicu perang bencana dengan Rusia. Dia memberi contoh pengumuman layanan masyarakat (PSA) baru-baru ini di New York City yang menyarankan penduduk untuk tinggal di dalam rumah jika terjadi serangan nuklir.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!