China Agresif, AS Bakal Beri Pelatihan Jet Tempur untuk India di Guam
Jum'at, 26 Juni 2020 - 13:33 WIB
Rancangan undang-undang tersebut mengusulkan pengadaan 48 Long Range Anti-Ship Missiles (LRASM) atau Rudal Anti-Kapal Jarak Jauh, yang diklaim akan sangat berguna di Indo-Pasifik.
LRASM memberikan peningkatan kemampuan jangka pendek yang akan memungkinkan sayap udara pengangkut (carrier air wing) untuk berkontribusi menumpulkan serangan China sebelumnya dalam konflik, dengan demikian secara langsung memajukan tujuan dan prioritas yang ditetapkan dalam Strategi Pertahanan Nasional.
Rancangan NDAA juga mengupayakan percepatan dalam upaya Amerika untuk membangun lokasi operasi jet tempur siluman F-35A di kawasan Indo-Pasifik. (Baca juga: India Bentrok dengan China, Rusia Percepat Pengiriman S-400 ke New Delhi )
Hingga saat ini, Angkatan Udara telah mengumumkan pemilihan sembilan lokasi operasi untuk F-35A, termasuk lokasi di AS, Alaska, dan Eropa. Belum ada pengumuman dari rencana untuk setiap lokasi operasi F-35A ke depan di kawasan Indo-Pasifik.
LRASM memberikan peningkatan kemampuan jangka pendek yang akan memungkinkan sayap udara pengangkut (carrier air wing) untuk berkontribusi menumpulkan serangan China sebelumnya dalam konflik, dengan demikian secara langsung memajukan tujuan dan prioritas yang ditetapkan dalam Strategi Pertahanan Nasional.
Rancangan NDAA juga mengupayakan percepatan dalam upaya Amerika untuk membangun lokasi operasi jet tempur siluman F-35A di kawasan Indo-Pasifik. (Baca juga: India Bentrok dengan China, Rusia Percepat Pengiriman S-400 ke New Delhi )
Hingga saat ini, Angkatan Udara telah mengumumkan pemilihan sembilan lokasi operasi untuk F-35A, termasuk lokasi di AS, Alaska, dan Eropa. Belum ada pengumuman dari rencana untuk setiap lokasi operasi F-35A ke depan di kawasan Indo-Pasifik.
(min)
Lihat Juga :