Pandemi Covid-19, Amerika Latin Waspadai Peningkatan Pasien dan Korban
Jum'at, 26 Juni 2020 - 11:12 WIB
Dalam skenario terburuk, jumlah kematian akibat Covid-19 di Brasil mencapai 340.476 orang dan 151.433 orang di Meksiko. Sebelumnya, seorang hakim federal di Brasil, Renato, Borelli, memerintahkan Presiden Jair Bolsonaro untuk memakai masker. Perintah itu setelah pemimpin populis sayap kanan menghadiri kampanye politik tanpa mengenakan masker pada saat pandemi virus korona di negara tersebut.
Hakim Borelli menyatakan, jika Bolsonaro tidak mengenakan masker, maka dia harus membayar denda senilai USD387. Jika Bolsonaro tetap bersikukuh tak mengenakan masker, dia pun dianggap mengabaikan perintah lokal dan provinsi untuk memperlambat penyebaran virus corona.
“Presiden Jair Bolsonaro harus mengenakan masker ketika dia berada di ruang publik di ibu kota, Brasilia, dan distrik federal sekitarnya,” kata Borelli dilansir Reuters.
Presiden Bolsonaro itu kerap dikritik karena meremehkan risiko yang ditimbulkan oleh virus korona. Dia menganggap sebagai “flu ringan” pada awal pandemi. Sebanyak lebih dari 1,1 juta kasus yang dikonfirmasi dan lebih dari 51.000 kematian akibat virus corona di Brasil. Terlepas dari angka-angka tinggi ini, Presiden Bolsonaro berulang kali tampil di depan umum tanpa masker saat menyapa para pendukungnya.
Pekan lalu, Jair Bolsonaro meninggalkan istana tanpa mengenakan masker. Pada satu unjuk rasa, dia terekam batuk tanpa menutupi mulutnya dan pada kesempatan lain terlihat bersin serta menutupnya dengan tangannya, lalu menjabat tangan seorang perempuan tua. (Baca juga: Pengajuan KUR hingga Rp50 Juta di BRI Bisa Lewat Online)
Hakim Borelli menyatakan, jika Bolsonaro tidak mengenakan masker, maka dia harus membayar denda senilai USD387. Jika Bolsonaro tetap bersikukuh tak mengenakan masker, dia pun dianggap mengabaikan perintah lokal dan provinsi untuk memperlambat penyebaran virus corona.
“Presiden Jair Bolsonaro harus mengenakan masker ketika dia berada di ruang publik di ibu kota, Brasilia, dan distrik federal sekitarnya,” kata Borelli dilansir Reuters.
Presiden Bolsonaro itu kerap dikritik karena meremehkan risiko yang ditimbulkan oleh virus korona. Dia menganggap sebagai “flu ringan” pada awal pandemi. Sebanyak lebih dari 1,1 juta kasus yang dikonfirmasi dan lebih dari 51.000 kematian akibat virus corona di Brasil. Terlepas dari angka-angka tinggi ini, Presiden Bolsonaro berulang kali tampil di depan umum tanpa masker saat menyapa para pendukungnya.
Pekan lalu, Jair Bolsonaro meninggalkan istana tanpa mengenakan masker. Pada satu unjuk rasa, dia terekam batuk tanpa menutupi mulutnya dan pada kesempatan lain terlihat bersin serta menutupnya dengan tangannya, lalu menjabat tangan seorang perempuan tua. (Baca juga: Pengajuan KUR hingga Rp50 Juta di BRI Bisa Lewat Online)
Lihat Juga :