Medvedev Kutip Alkitab Injil untuk Para Pengkritik Rusia

Kamis, 07 Juli 2022 - 07:43 WIB
Zelensky menuduh Moskow sengaja menargetkan warga sipil, dan mengulangi seruannya agar Rusia dinyatakan sebagai "negara teroris" dan dikeluarkan dari dewan keamanan dan PBB.

Seruan Zelensky didukung Polandia, Estonia, dan Inggris, namun tidak ada mekanisme untuk memberhentikan anggota tetap DK PBB, sementara Moskow memegang hak veto di dalamnya.

Rusia membantah tuduhan menargetkan warga sipil, sebaliknya menuduh Kiev menggunakan taktik semacam itu.

Rusia mengirim pasukan ke Ukraina pada 24 Februari, dengan alasan kegagalan Kiev mengimplementasikan perjanjian Minsk, yang dirancang untuk memberi wilayah Donetsk dan Lugansk status khusus di dalam negara Ukraina.

Protokol, yang ditengahi Jerman dan Prancis, pertama kali ditandatangani pada 2014. Mantan presiden Ukraina Petro Poroshenko sejak itu mengakui tujuan utama Kiev adalah menggunakan gencatan senjata untuk mengulur waktu dan “menciptakan angkatan bersenjata yang kuat.”

Pada Februari 2022, Kremlin mengakui Republik Donbass sebagai negara merdeka dan menuntut agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral yang tidak akan pernah bergabung dengan blok militer Barat mana pun. Kiev menegaskan serangan Rusia benar-benar tidak beralasan.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!