Medvedev Kutip Alkitab Injil untuk Para Pengkritik Rusia

Kamis, 07 Juli 2022 - 07:43 WIB
Baca juga: George Soros: MA dan Partai Republik Trump Ancaman Lebih Besar daripada Rusia dan China

“Selain itu, Washington tidak memiliki hak moral untuk menghakimi siapa pun, apalagi Rusia, mengingat catatan panjang perang kehancuran berdarah sepanjang sejarahnya,” ujar dia.

Dia menambahkan, “AS telah unggul dalam memaksakan kehendaknya secara kasar dan primitif, menggunakan uang, pengikut yang tidak berdaya, yang disebut 'sekutu' demi kesopanan, dan senjata dengan kualitas tertinggi."

“Pengadilan apa yang mengutuk lautan darah yang ditumpahkan oleh AS (di Vietnam) dan di tempat lain? Bukan siapa-siapa! Tidak ada badan supranasional yang dibentuk untuk tujuan ini. Tapi jumlah korban kebijakan kriminal AS saat ini sebanding dengan (jumlah) korban rezim Hitler,” ujar dia.

Baca juga: Tawarkan Hadiah untuk Kepala Nupur Sharma, Ulama Keturunan Nabi Ditangkap di India

“Sementara AS telah membunuh orang dengan impunitas, AS tidak pernah menghadapi kecaman nyata dari struktur internasional yang didanainya," papar dia dengan peringatan apokaliptik.

Dia memperingatkan, “AS dan anjing gembalanya yang tidak berharga harus mengingat kata-kata Kitab Suci, 'Jangan menghakimi, agar kamu tidak dihakimi. Karena dengan penghakiman yang mana kamu menghakimi, kamu akan dihakimi’ (Mt. 7:1–2). 'Karena hari besar murka mereka telah tiba, dan siapa yang dapat menahannya?' (Rev 6:17).”

Pembicaraan tentang pembentukan semacam pengadilan internasional atas dugaan 'kejahatan perang' yang dikatakan dilakukan oleh pasukan Rusia di Ukraina meningkat pekan lalu, ketika masalah itu diangkat selama pertemuan Dewan Keamanan PBB yang diikuti Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky melalui tautan video.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!