Adik PM Singapura Gabung ke Oposisi, Sempat Konflik Masalah Rumah Ayahnya
Kamis, 25 Juni 2020 - 09:44 WIB
Yang dan adiknya, Lew Wei Ling, menganggap Loong justru ingin menjadikan rumah itu sebagai warisan untuk mempertahankan modal politiknya. “Popularitas Loong memang selalu dikaitkan dengan legasi Lee Kuan Yew,” demikian pernyataan Yang dan Ling pada 2017 silam.
Rumah Lee Kuan Yew terdiri dari lima kamar tidur di Jalan Oxley 38 yang dibangun sejak 1945. Lee Kuan Yew memimpin Singapura selama tiga dekade. Rumah itu digunakan saat dia memimpin PAP sejak kemerdekaan. Dia mempertahankan suara PAP di bawah 60%.
Panel yang didirikan pemerintah menyebutkan pemerintahan masa depan seharusnya membuat keputusan final. Tiga opsinya adalah mempertahankan rumah itu sebagai monumen nasional, mempertahankan sebagian rumah, atau menghancurkannya. Nilai rumah tersebut diperkirakan mencapai USD17 juta. Pihak keluarga bersitegang mengenai rumah itu bukan karena faktor uang. (Lihat Videonya: Heboh! Pemuda di Lombok Nikahi Dua Gadis Sekaligus)
Sebenarnya rumah tersebut adalah milik saudara termuda di keluarga Lee Kuan Yew, yakni Hsien Yang dan adiknya yang belum menikah, Wwi Ling. Loong sebelumnya mengatakan, rumah itu awalnya memang miliknya, tapi dia menjual rumah itu kepada Hsien Yang dengan harga pasar. Uang penjualan rumah itu didonasikan ke lembaga amal.
Lee Kuan Yew yang meninggal pada 2015 sebelumnya pernah berwasiat agar rumah itu dihancurkan. Dia tidak suka ketika banyak wisatawan akan berkunjung ke rumah itu dan memberatkan biaya perawatan. Jika tidak bisa dimusnahkan, Lee Kuan Yew meminta rumah terebut ditutup untuk semua orang, kecuali keluarga dan keturunannya. (Andika H Mustaqim)
Rumah Lee Kuan Yew terdiri dari lima kamar tidur di Jalan Oxley 38 yang dibangun sejak 1945. Lee Kuan Yew memimpin Singapura selama tiga dekade. Rumah itu digunakan saat dia memimpin PAP sejak kemerdekaan. Dia mempertahankan suara PAP di bawah 60%.
Panel yang didirikan pemerintah menyebutkan pemerintahan masa depan seharusnya membuat keputusan final. Tiga opsinya adalah mempertahankan rumah itu sebagai monumen nasional, mempertahankan sebagian rumah, atau menghancurkannya. Nilai rumah tersebut diperkirakan mencapai USD17 juta. Pihak keluarga bersitegang mengenai rumah itu bukan karena faktor uang. (Lihat Videonya: Heboh! Pemuda di Lombok Nikahi Dua Gadis Sekaligus)
Sebenarnya rumah tersebut adalah milik saudara termuda di keluarga Lee Kuan Yew, yakni Hsien Yang dan adiknya yang belum menikah, Wwi Ling. Loong sebelumnya mengatakan, rumah itu awalnya memang miliknya, tapi dia menjual rumah itu kepada Hsien Yang dengan harga pasar. Uang penjualan rumah itu didonasikan ke lembaga amal.
Lee Kuan Yew yang meninggal pada 2015 sebelumnya pernah berwasiat agar rumah itu dihancurkan. Dia tidak suka ketika banyak wisatawan akan berkunjung ke rumah itu dan memberatkan biaya perawatan. Jika tidak bisa dimusnahkan, Lee Kuan Yew meminta rumah terebut ditutup untuk semua orang, kecuali keluarga dan keturunannya. (Andika H Mustaqim)
(ysw)
Lihat Juga :