Pemerintah Zionis Israel Hampir Runtuh
Selasa, 14 Juni 2022 - 08:05 WIB
Pernyataannya mengatakan dia ingin menghindari pemilihan lain dan dia tidak akan memilih untuk membubarkan Parlemen, meskipun kepergiannya membuat koalisi Bennett kekurangan dua mayoritas, dengan 59 kursi di Knesset (Parlemen) yang beranggotakan 120 orang.
Baca juga: PM Bennett Sebut Israel di Ambang Kehancuran, Ada Apa dengan Rezim Zionis?
Netanyahu, yang sekarang menjadi pemimpin oposisi dan berjanji akan kembali ke tampuk kekuasaan meskipun dia diadili atas tuduhan korupsi, mengatakan pemerintah mengadakan "salah satu pemakaman terpanjang dalam sejarah".
Setelah berminggu-minggu pertengkaran di antara para mitra—tanda paling jelas dari kelemahan koalisi—datang pekan lalu ketika rancangan undang-undang (RUU) yang memperluas hak hukum sipil Israel untuk pemukim di Tepi Barat—wilayah Palestina yang diduduki Israel—dikalahkan di Parlemen.
Kekalahan itu telah mendekatkan prospek pemilu kelima dalam tiga tahun, meskipun RUU itu kemungkinan akan dikembalikan ke Knesset untuk upaya kedua sebelum akhir bulan.
Baca juga: PM Bennett Sebut Israel di Ambang Kehancuran, Ada Apa dengan Rezim Zionis?
Netanyahu, yang sekarang menjadi pemimpin oposisi dan berjanji akan kembali ke tampuk kekuasaan meskipun dia diadili atas tuduhan korupsi, mengatakan pemerintah mengadakan "salah satu pemakaman terpanjang dalam sejarah".
Setelah berminggu-minggu pertengkaran di antara para mitra—tanda paling jelas dari kelemahan koalisi—datang pekan lalu ketika rancangan undang-undang (RUU) yang memperluas hak hukum sipil Israel untuk pemukim di Tepi Barat—wilayah Palestina yang diduduki Israel—dikalahkan di Parlemen.
Kekalahan itu telah mendekatkan prospek pemilu kelima dalam tiga tahun, meskipun RUU itu kemungkinan akan dikembalikan ke Knesset untuk upaya kedua sebelum akhir bulan.
Lihat Juga :