Ilmuwan Jerman: Jika Lockdown Dicabut, Covid-19 akan Kembali Menggila
Minggu, 26 April 2020 - 02:05 WIB
“Jika penguncian hanya akan diangkat setelah empat minggu pada bulan April dan situasi kembali seperti sebelum penguncian, penyakit ini akan dapat kenbali hanya dengan sedikit keterlambatan yang sesuai dengan waktu penguncian, yang berarti bahwa sedikit waktu telah telah diperoleh untuk mempersiapkan sistem kesehatan yang lebih baik tetapi dengan jumlah kematian yang sama besarnya,” sambungnya.
Para peneliti itu kemudia menuturkan bahwa tetap menerapkan langkah-langkah higienis setelah penguncian akan menciptakan sedikit mitigasi, tetapi tidak akan cukup untuk mengalahkan Covid-19.
Mereka lalu mengatakan, penguncian jangka pendek berulang dan langkah-langkah higienis perlu dilakukan untuk dua atau tiga tahun ke depan sampai kekebalan kelompok dapat diperoleh.
Kekebalan kelompok mengacu pada situasi di mana cukup banyak orang dalam suatu populasi memiliki kekebalan terhadap infeksi untuk dapat secara efektif menghentikan penyebaran virus tersebut. Tidak masalah apakah kekebalan berasal, yang penting adalah mereka kebal terhadap virus itu.
"Ketika sekitar 70 persen populasi telah terinfeksi dan pulih, kemungkinan wabah penyakit menjadi jauh lebih sedikit karena kebanyakan orang resisten terhadap infeksi. Ini disebut kekebalan kelompok," kata Martin Hibberd, seorang profesor Penyakit Menular di London School of Hygiene and Tropical Medicine.
Para peneliti itu kemudia menuturkan bahwa tetap menerapkan langkah-langkah higienis setelah penguncian akan menciptakan sedikit mitigasi, tetapi tidak akan cukup untuk mengalahkan Covid-19.
Mereka lalu mengatakan, penguncian jangka pendek berulang dan langkah-langkah higienis perlu dilakukan untuk dua atau tiga tahun ke depan sampai kekebalan kelompok dapat diperoleh.
Kekebalan kelompok mengacu pada situasi di mana cukup banyak orang dalam suatu populasi memiliki kekebalan terhadap infeksi untuk dapat secara efektif menghentikan penyebaran virus tersebut. Tidak masalah apakah kekebalan berasal, yang penting adalah mereka kebal terhadap virus itu.
"Ketika sekitar 70 persen populasi telah terinfeksi dan pulih, kemungkinan wabah penyakit menjadi jauh lebih sedikit karena kebanyakan orang resisten terhadap infeksi. Ini disebut kekebalan kelompok," kata Martin Hibberd, seorang profesor Penyakit Menular di London School of Hygiene and Tropical Medicine.
(esn)
Lihat Juga :