PM Bennett Sebut Israel di Ambang Kehancuran, Ada Apa dengan Rezim Zionis?
Senin, 06 Juni 2022 - 13:26 WIB
Baca juga: Rezim Zionis: Jika Iran Membawa Perang ke Depan Pintu Israel, Maka....
"Kita sekarang hidup di era ketiga, dan mendekati tanda 80 tahun. Kita semua menghadapi ujian nyata, dan bertanya-tanya apakah kita akan mampu melestarikan Israel," lanjut surat Bennett yang ditulis pada peringatan pertama berdirinya pemerintah koalisi.
“Beberapa hari yang lalu, kami menuju kampanye pemilu kelima yang dapat memecah tanah kami. Saya mengambil keputusan tersulit dalam hidup saya, yaitu membentuk kabinet penyelamat nasional untuk menyelamatkan Israel dari kekacauan dan memulihkannya. Saya bermitra dengan orang-orang yang memiliki pandangan yang sama sekali berbeda dari saya," katanya.
Dia juga menyebutkan; "Kekacauan, putaran pemilu tanpa akhir, kelumpuhan pemerintah, kota-kota Lod dan Acre terbakar di hadapan pemerintah yang dipermalukan dan berkonflik", mengacu pada pemberontakan tahun lalu yang melibatkan warga Arab-Israel di tengah provokasi Israel di Yerusalem Timur yang diduduki dan agresi militer terhadap Gaza.
"Israel menunjukkan kelemahan yang mengerikan dalam menghadapi musuh pembunuh yang menembakkan roket ke Yerusalem," ujarnya, seperti dilansir Middle East Monitor, Minggu (5/6/2022).
"Kita sekarang hidup di era ketiga, dan mendekati tanda 80 tahun. Kita semua menghadapi ujian nyata, dan bertanya-tanya apakah kita akan mampu melestarikan Israel," lanjut surat Bennett yang ditulis pada peringatan pertama berdirinya pemerintah koalisi.
“Beberapa hari yang lalu, kami menuju kampanye pemilu kelima yang dapat memecah tanah kami. Saya mengambil keputusan tersulit dalam hidup saya, yaitu membentuk kabinet penyelamat nasional untuk menyelamatkan Israel dari kekacauan dan memulihkannya. Saya bermitra dengan orang-orang yang memiliki pandangan yang sama sekali berbeda dari saya," katanya.
Dia juga menyebutkan; "Kekacauan, putaran pemilu tanpa akhir, kelumpuhan pemerintah, kota-kota Lod dan Acre terbakar di hadapan pemerintah yang dipermalukan dan berkonflik", mengacu pada pemberontakan tahun lalu yang melibatkan warga Arab-Israel di tengah provokasi Israel di Yerusalem Timur yang diduduki dan agresi militer terhadap Gaza.
"Israel menunjukkan kelemahan yang mengerikan dalam menghadapi musuh pembunuh yang menembakkan roket ke Yerusalem," ujarnya, seperti dilansir Middle East Monitor, Minggu (5/6/2022).
Lihat Juga :