Takut Tentara Rusia Terbunuh, Israel Blokir Kesepakatan Jerman Jual Rudal ke Ukraina

Kamis, 26 Mei 2022 - 19:55 WIB
Ketika Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz menyambangi Washington pada Rabu lalu, pertanyaan tentang rudal dilaporkan tidak muncul dalam pertemuannya dengan Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin dan Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih Jake Sullivan. Pada hari kunjungannya, Israel mengumumkan akan mengirim 2.000 helm dan 500 rompi pelindung ke Ukraina.

Pentagon tidak secara resmi mengomentari laporan tersebut.

Dikembangkan oleh Rafael Advanced Defense Systems of Israel, Spike pertama kali memasuki militer pada 1980-an. Rudal tersebut dapat dipersenjatai dengan anti-tank atau hulu ledak berdaya ledak tinggi, dan dipandu oleh operator atau ditembakkan dalam jarak pandang. AS dan beberapa sekutu NATO-nya telah memasangnya di helikopter tempur.

AS dan sekutunya telah mengirimkan ribuan rudal anti-tank dan anti-pesawat ke Ukraina, serta artileri, kendaraan lapis baja, tank, dan helikopter serang dalam beberapa pekan terakhir. Rusia mengklaim banyak dari persenjataan itu akhirnya dihancurkan oleh serangan rudal jelajah.

Baca juga: George Soros Sebut Perang Ukraina Mungkin Awal Perang Dunia III

Pengiriman senjata ini juga menimbulkan beberapa gesekan antara sekutu NATO. Polandia menuduh Jerman tidak mengirim tank Leopardnya untuk menggantikan ratusan T-72 yang dikirim Warsawa ke Kiev.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!