Protes Kenaikan Sembako di Iran Meluas, Demonstran: Matilah Diktator, Matilah Raisi

Kamis, 19 Mei 2022 - 01:43 WIB
Aktivis telah melaporkan setidaknya enam kematian sejak aksi protes dimulai pekan lalu, menyalahkan pasukan keamanan atas kematian tersebut. Suara tembakan terdengar di beberapa video protes baru-baru ini di media sosial.

Pihak berwenang Iran sendiri belum melaporkan kematian apapun. Namun, seorang anggota parlemen mengatakan satu orang tewas dalam protes di Khuzestan tanpa memberikan rincian lebih lanjut. Pada saat yang sama, media pemerintah menerbitkan rekaman seorang pria yang mengatakan putranya ditembak mati oleh pengunjuk rasa anti-rezim di Charmahal dan Bakhtiari.

Aktivis mengatakan pihak berwenang menekan pria itu untuk membuat pernyataan dan bahwa putranya, bernama Saadat Hadipour, dibunuh oleh pasukan rezim.

Aksi protes terbaru di Iran – dipicu oleh kenaikan tajam harga makanan pokok – dengan cepat berubah menjadi politik, dengan para demonstran menyerukan perubahan rezim di puluhan kota di Iran.

Itulah yang terjadi dengan aksi protes di Iran dalam beberapa tahun terakhir.

Baca juga: Iran Resmikan Operasional Pabrik Drone Militer di Tajikistan

Pada tahun 2021, protes meletus karena kekurangan air. Pada 2019, kenaikan harga bahan bakar dalam semalam memicu protes di seluruh Iran. Pada tahun 2021 dan 2019, pemicu protes adalah non-politik, tetapi tuntutan akhir para pengunjuk rasa bersifat politis karena mereka menuntut perubahan rezim.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!