Serangan Udara Rusia Hancurkan 28 Markas Unit Militer Ukraina
Minggu, 15 Mei 2022 - 18:33 WIB
Pasukan Dirgantara Rusia melenyapkan 28 markas unit militer Ukraina dan dua depot amunisi. “Pada siang hari, Pasukan Dirgantara Rusia menyerang 28 markas unit Angkatan Bersenjata Ukraina dan dua depot amunisi di dekat pemukiman Petrovskoye dan Zhovtnevoye melalui rudal presisi berbasis udara,” lanjut Konashenkov.
Ia juga menyebutkan, serangan udara Rusia menghantam 33 personel dan area konsentrasi kendaraan tempur pada siang hari. Konashenkov merinci bahwa serangan udara menghilangkan hingga 90 nasionalis dan melumpuhkan 18 kendaraan tempur.
Baca: Ukraina Tawarkan Tukar Tahanan Rusia dengan Pejuang Mariupol yang Terluka
Sejak awal operasi militer khusus di Ukraina, Angkatan Bersenjata Rusia melenyapkan 864 drone Ukraina dan 3.067 kendaraan lapis baja, kata juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia.
“Secara keseluruhan, sejak awal operasi militer khusus, [pasukan Rusia] menghilangkan: 165 pesawat, 125 helikopter, 864 drone, 304 sistem pertahanan udara rudal, 3.067 tank dan kendaraan lapis baja lainnya, 372 sistem peluncuran roket ganda, 1.514 senjata artileri lapangan. dan mortir, serta 2.913 kendaraan mobil khusus," katanya.
Ia juga menyebutkan, serangan udara Rusia menghantam 33 personel dan area konsentrasi kendaraan tempur pada siang hari. Konashenkov merinci bahwa serangan udara menghilangkan hingga 90 nasionalis dan melumpuhkan 18 kendaraan tempur.
Baca: Ukraina Tawarkan Tukar Tahanan Rusia dengan Pejuang Mariupol yang Terluka
Sejak awal operasi militer khusus di Ukraina, Angkatan Bersenjata Rusia melenyapkan 864 drone Ukraina dan 3.067 kendaraan lapis baja, kata juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia.
“Secara keseluruhan, sejak awal operasi militer khusus, [pasukan Rusia] menghilangkan: 165 pesawat, 125 helikopter, 864 drone, 304 sistem pertahanan udara rudal, 3.067 tank dan kendaraan lapis baja lainnya, 372 sistem peluncuran roket ganda, 1.514 senjata artileri lapangan. dan mortir, serta 2.913 kendaraan mobil khusus," katanya.
(esn)
Lihat Juga :