Kamis Sore, Korea Utara Tembakkan 3 Rudal Balistik dari Pyongyang
Kamis, 12 Mei 2022 - 21:56 WIB
Tidak ada laporan kerusakan pesawat atau kapal akibat peluncurkan rudal balistik itu.
Militer Korsel mengatakan pihaknya meningkatkan kesiapan dan pengawasannya sambil mempertahankan koordinasi yang erat dengan AS. Korsel meminta Korut untuk segera menghentikan penembakan misilnya yang terus terjadi berulang kali.
Sebuah pernyataan yang dikeluarkan setelah pertemuan yang dipimpin oleh penasihat keamanan nasional Yoon Kim Sung-han mengatakan Korsel akan mencari tindakan "praktis" dan "keras" bekerja sama dengan komunitas internasional untuk menanggapi ancaman Korut yang semakin meningkat.
Baca juga: Spesifikasi Hwasong-17 Rudal Monster Milik Korea Utara
Dalam beberapa bulan terakhir, Korut telah melakukan uji coba peluncuran rudal yang oleh para ahli disebut sebagai upaya untuk memodernisasi senjatanya serta menekan AS dan sekutunya untuk menerimanya sebagai negara nuklir dan melonggarkan sanksi.
“Penembakan rudal terbaru Korea Utara tampak berlebihan untuk apa yang diperlukan untuk menguji dan meningkatkan kemampuan militer,” kata Leif-Eric Easley, seorang profesor di Universitas Ewha di Seoul.
“Peluncuran ini terlihat seperti unjuk kekuatan setelah rezim Kim secara terbuka mengakui wabah virus Corona,”
Militer Korsel mengatakan pihaknya meningkatkan kesiapan dan pengawasannya sambil mempertahankan koordinasi yang erat dengan AS. Korsel meminta Korut untuk segera menghentikan penembakan misilnya yang terus terjadi berulang kali.
Sebuah pernyataan yang dikeluarkan setelah pertemuan yang dipimpin oleh penasihat keamanan nasional Yoon Kim Sung-han mengatakan Korsel akan mencari tindakan "praktis" dan "keras" bekerja sama dengan komunitas internasional untuk menanggapi ancaman Korut yang semakin meningkat.
Baca juga: Spesifikasi Hwasong-17 Rudal Monster Milik Korea Utara
Dalam beberapa bulan terakhir, Korut telah melakukan uji coba peluncuran rudal yang oleh para ahli disebut sebagai upaya untuk memodernisasi senjatanya serta menekan AS dan sekutunya untuk menerimanya sebagai negara nuklir dan melonggarkan sanksi.
“Penembakan rudal terbaru Korea Utara tampak berlebihan untuk apa yang diperlukan untuk menguji dan meningkatkan kemampuan militer,” kata Leif-Eric Easley, seorang profesor di Universitas Ewha di Seoul.
“Peluncuran ini terlihat seperti unjuk kekuatan setelah rezim Kim secara terbuka mengakui wabah virus Corona,”
Lihat Juga :