Profil Omar Mokhtar, Ulama dan Pejuang Kemerdekaan Libya yang Dihukum Gantung oleh Italia
Jum'at, 29 April 2022 - 16:20 WIB
Setelah itu, Omar menerima pendidikan di madrasah setempat dimana dia menghafal Al-Qur’an. Dia melanjutkan pendidikan agamanya di Universitas Jaghbub yang memiliki hubungan dengan Ordo Senussi Sufi dan melayani markas gerakan spiritual di oasis terpencil yang ada di Libya Timur.
Setelah belajar di sana sekitar 8 tahun, Omar lulus sebagai imam dan cendekiawan serta bergabung dengan Persaudaraan Senussi dibawah kepemimpinan Syekh Muhammad Al-Mahdi Al-Senussi. Dia merupakan putra dari pendiri gerakan ini, yaitu Syekh Muhammad Ibn Ali Al-Senussi dan Ayah dari Raja Idris dari Libya (1890-1983).
Omar kembali ke tempat asalnya untuk melayani masyarakat. Namun, pada 1897 dia dipanggil oleh Al-Mahdi untuk menjadi Syekh Kota Timur Zawiyat Al-Qusour sebelum nantinya melakukan perjalanan ke Sudan dan ditunjuk menjadi wakil pemimpin Senussi. Sejak inilah dia mendapat sebutan ‘Lion of The Desert’.
Baca juga: China dan Iran Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Militer
Pada saat usia Omar mencapai 37 tahun, dia dikirim ke Chad untuk bergabung bersama pasukan Senussi dalam melawan perlawanan penjajah Prancis. Dia diangkat menjadi Kepala Zawiyat Al-Qusour setelah kematian Al-Mahdi pada 1902.
Setelah belajar di sana sekitar 8 tahun, Omar lulus sebagai imam dan cendekiawan serta bergabung dengan Persaudaraan Senussi dibawah kepemimpinan Syekh Muhammad Al-Mahdi Al-Senussi. Dia merupakan putra dari pendiri gerakan ini, yaitu Syekh Muhammad Ibn Ali Al-Senussi dan Ayah dari Raja Idris dari Libya (1890-1983).
Omar kembali ke tempat asalnya untuk melayani masyarakat. Namun, pada 1897 dia dipanggil oleh Al-Mahdi untuk menjadi Syekh Kota Timur Zawiyat Al-Qusour sebelum nantinya melakukan perjalanan ke Sudan dan ditunjuk menjadi wakil pemimpin Senussi. Sejak inilah dia mendapat sebutan ‘Lion of The Desert’.
Baca juga: China dan Iran Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Militer
Pada saat usia Omar mencapai 37 tahun, dia dikirim ke Chad untuk bergabung bersama pasukan Senussi dalam melawan perlawanan penjajah Prancis. Dia diangkat menjadi Kepala Zawiyat Al-Qusour setelah kematian Al-Mahdi pada 1902.
Lihat Juga :