Para Pemimpin Dunia Percepat Penemuan Vaksin Covid-19, AS Menyingkir
Sabtu, 25 April 2020 - 03:01 WIB
“Kita menghadapi ancaman bersama yang hanya bisa kita kalahkan dengan pendekatan bersama,” papar Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus saat dia membuka pertemuan virtual itu.
“Pengalaman telah menjelaskan pada kita bahwa saat peralatan ada, tapi tidak semua bisa mengaksesnya. Kita tak boleh membiarkan itu terjadi,” ujar Tedros.
Saat pandemi flu babi H1N1 pada 2009, ada kritik bahwa distribusi vaksin tidak adil karena negara-negara yang lebih kaya bisa membeli lebih banyak.
“Kita harus pastikan bahwa orang yang membutuhkan bisa memperolehnya. Pelajaran dari AIDS harus diambil. Terlalu banyak jutaan orang meninggal sebelum obat anti-retroviral itu dapat diakses secara luas,” papar Tedros.
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyatakan tujuan upaya global itu adalah pada awal Mei akan mengumpulkan dana USD8,10 miliar untuk meningkatkan pekerjaan dalam pencegahan, diagnosa dan perawatan.
“Pengalaman telah menjelaskan pada kita bahwa saat peralatan ada, tapi tidak semua bisa mengaksesnya. Kita tak boleh membiarkan itu terjadi,” ujar Tedros.
Saat pandemi flu babi H1N1 pada 2009, ada kritik bahwa distribusi vaksin tidak adil karena negara-negara yang lebih kaya bisa membeli lebih banyak.
“Kita harus pastikan bahwa orang yang membutuhkan bisa memperolehnya. Pelajaran dari AIDS harus diambil. Terlalu banyak jutaan orang meninggal sebelum obat anti-retroviral itu dapat diakses secara luas,” papar Tedros.
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyatakan tujuan upaya global itu adalah pada awal Mei akan mengumpulkan dana USD8,10 miliar untuk meningkatkan pekerjaan dalam pencegahan, diagnosa dan perawatan.
Lihat Juga :