Terungkap, EgyptAir Jatuh Tewaskan 66 Orang Gara-gara Pilot Merokok
Kamis, 28 April 2022 - 07:47 WIB
Pihak berwenang Mesir awalnya mengatakan bahwa kecelakaan pesawat adalah akibat dari serangan teroris, mengeklaim bahwa jejak bahan peledak telah ditemukan di tubuh para korban. Namun, klaim itu secara luas didiskreditkan.
Pada tahun 2018, BEA Prancis menetapkan bahwa penerbangan itu jatuh karena kebakaran di dalam pesawat berdasarkan analisis data dari perekam kotak hitam pesawat, yang ditemukan dari perairan dalam dekat Yunani oleh Angkatan Laut Amerika Serikat (AS)—meskipun pada saat itu para penyelidik tidak mengatakan apa secara khusus menyebabkan onboard inferno.
Namun pada Maret 2022, BEA merilis laporan baru yang menyatakan bahwa oksigen telah bocor dari masker oksigen pilot di kokpit sesaat sebelum kecelakaan, berdasarkan data kotak hitam yang menangkap suara desisan oksigen.
Masker oksigen yang dimaksud telah diganti hanya tiga hari sebelum penerbangan naas oleh pekerja pemeliharaan EgyptAir, tetapi untuk alasan yang tidak diketahui katup pelepasnya disetel ke "posisi darurat", yang menurut manual keselamatan Airbus, dapat menyebabkan kebocoran.
Parahnya, pada saat kejadian, pilot EgyptAir diizinkan merokok di kokpit—aturan yang telah berubah. Menurut pakar penerbangan Prancis, asap di dalam pesawat, dikombinasikan dengan oksigen yang bocor, telah memicu kebakaran.
Kecelakaan pesawat yang mematikan inni menjadi subjek kasus pembunuhan di Pengadilan Banding Paris.
Pada tahun 2018, BEA Prancis menetapkan bahwa penerbangan itu jatuh karena kebakaran di dalam pesawat berdasarkan analisis data dari perekam kotak hitam pesawat, yang ditemukan dari perairan dalam dekat Yunani oleh Angkatan Laut Amerika Serikat (AS)—meskipun pada saat itu para penyelidik tidak mengatakan apa secara khusus menyebabkan onboard inferno.
Namun pada Maret 2022, BEA merilis laporan baru yang menyatakan bahwa oksigen telah bocor dari masker oksigen pilot di kokpit sesaat sebelum kecelakaan, berdasarkan data kotak hitam yang menangkap suara desisan oksigen.
Masker oksigen yang dimaksud telah diganti hanya tiga hari sebelum penerbangan naas oleh pekerja pemeliharaan EgyptAir, tetapi untuk alasan yang tidak diketahui katup pelepasnya disetel ke "posisi darurat", yang menurut manual keselamatan Airbus, dapat menyebabkan kebocoran.
Parahnya, pada saat kejadian, pilot EgyptAir diizinkan merokok di kokpit—aturan yang telah berubah. Menurut pakar penerbangan Prancis, asap di dalam pesawat, dikombinasikan dengan oksigen yang bocor, telah memicu kebakaran.
Kecelakaan pesawat yang mematikan inni menjadi subjek kasus pembunuhan di Pengadilan Banding Paris.
Lihat Juga :