Eks Komandan NATO: Ketakutan Barat Akan Perang Nuklir Membuat Putin Leluasa Bertindak

Sabtu, 09 April 2022 - 02:41 WIB
Mantan komandan NATO menilai ketakutan Barat akan perang nuklir dan Perang Dunia III telah membuat Presiden Rusia Vladimir Putin leluasa bertindak di Ukraina. Foto/REUTERS
WASHINGTON - Seorang mantan komandan tinggi NATO mengatakan ketakutan Barat akan perang nuklir dan Perang Dunia III telah membuat Presiden Rusia Vladimir Putin leluasa bertindak dalam invasi brutalnya ke Ukraina.

"Kami telah menyerahkan inisiatif kepada musuh," kata Philip Breedlove kepada RFE/RL Georgian Service, yang dilansir Jumat (8/4/2022).

Breedlove adalah pensiunan jenderal bintang empat Angkatan Udara AS yang memimpin pasukan AS di Eropa dan menjabat sebagai komandan sekutu tertinggi NATO dari 2013 hingga 2016.

Ditanya apakah NATO telah cukup membantu Kiev ketika Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy terus-menerus meminta lebih banyak senjata. Breedlove mengatakan, "Belum".





"Menurut pendapat saya, kami belum. Dalam peperangan, Anda ingin menghalangi musuh Anda, Anda ingin memiliki inisiatif dan tidak memberikan inisiatif kepada musuh. Dan kami telah menyerahkan inisiatif kepada musuh," ujarnya.

"Masih banyak lagi yang perlu kita lakukan dalam peran sebagai penyedia. Kami belum mendapatkan pertahanan udara ketinggian menengah dan tinggi di sana, kami belum mendapatkan rudal jelajah pertahanan pantai di sana. Saya belum mengerti mengapa kami belum mendapatkan [jet tempur] MiG di sana yang ingin diberikan oleh negara lain. Jadi, ada banyak hal bahkan di dalam format terbatas kami yang masih perlu kami lakukan," paparnya.

Pensiunan jenderal Amerika itu juga membandingkan keberanian NATO melakukan intervensi di Irak, Bosnia-Herzegovina, dan Libya dengan alasan untuk mencegah bencana kemanusiaan. Namun, itu tidak berani dilakukan di Ukraina setelah Putin memerintahkan pasukan nuklirnya dalam posisi siaga tinggi.

"Seperti yang saya sebutkan sebelumnya, intinya adalah kita di Barat, tentu saja bangsa saya, dan NATO, benar-benar terhalang dalam hal ini," katanya.
Dapatkan berita terbaru, follow WhatsApp Channel SINDOnews sekarang juga!
Halaman :
tulis komentar anda
Video Rekomendasi
Berita Terkait
Rekomendasi
Terpopuler
Berita Terkini More