Korea Selatan Bahas Pengerahan Kapal Selam dan Pembom Nuklir AS
Kamis, 07 April 2022 - 10:07 WIB
Yoon, politisi konservatif dan mantan jaksa agung yang memenangkan pemilu presiden pada 9 Maret, akan dilantik pada 10 Mei.
Penempatan kembali pesawat pengebom dan kapal selam berkemampuan nuklir AS ke semenanjung itu adalah bagian dari agenda pemilunya, saat dia bersumpah “menanggapi dengan tegas” terhadap ancaman Pyongyang.
Jajak pendapat yang diadakan di Korea Selatan pada September 2021 menunjukkan sekitar 70% penduduk mendukung gagasan Seoul mengembangkan kemampuan nuklirnya sendiri.
Kaum konservatif negara itu telah menyerukan penempatan kembali nuklir AS atau pengaturan gaya NATO yang akan membuat warga Korea Selatan dilatih menggunakan senjata nuklir jika terjadi konflik.
Washington sebelumnya menyatakan skeptisisme tentang prospek semacam itu. “Yang bisa saya katakan adalah, kebijakan AS tidak akan mendukung itu,” papar Mark Lambert, wakil asisten menteri luar negeri AS untuk Jepang dan Korea, mengatakan pada September 2021.
Pada Rabu, seorang pejabat Gedung Putih yang ditanya tentang pembicaraan dengan delegasi Korea Selatan hanya mengatakan kedua belah pihak “membahas secara umum” komitmen pertahanan AS.
AS pernah memiliki senjata nuklir taktis yang dikerahkan ke Korea Selatan tetapi menariknya pada awal 1990-an.
Yoon juga hampir membalikkan kebijakan lain dari pendahulunya yang liberal, Moon Jae-in.
Presiden Moon yang akan pensiun itu mengurangi latihan bersama reguler dengan AS dalam upaya mengurangi ketegangan dengan Pyongyang.
Penempatan kembali pesawat pengebom dan kapal selam berkemampuan nuklir AS ke semenanjung itu adalah bagian dari agenda pemilunya, saat dia bersumpah “menanggapi dengan tegas” terhadap ancaman Pyongyang.
Jajak pendapat yang diadakan di Korea Selatan pada September 2021 menunjukkan sekitar 70% penduduk mendukung gagasan Seoul mengembangkan kemampuan nuklirnya sendiri.
Kaum konservatif negara itu telah menyerukan penempatan kembali nuklir AS atau pengaturan gaya NATO yang akan membuat warga Korea Selatan dilatih menggunakan senjata nuklir jika terjadi konflik.
Washington sebelumnya menyatakan skeptisisme tentang prospek semacam itu. “Yang bisa saya katakan adalah, kebijakan AS tidak akan mendukung itu,” papar Mark Lambert, wakil asisten menteri luar negeri AS untuk Jepang dan Korea, mengatakan pada September 2021.
Pada Rabu, seorang pejabat Gedung Putih yang ditanya tentang pembicaraan dengan delegasi Korea Selatan hanya mengatakan kedua belah pihak “membahas secara umum” komitmen pertahanan AS.
AS pernah memiliki senjata nuklir taktis yang dikerahkan ke Korea Selatan tetapi menariknya pada awal 1990-an.
Yoon juga hampir membalikkan kebijakan lain dari pendahulunya yang liberal, Moon Jae-in.
Presiden Moon yang akan pensiun itu mengurangi latihan bersama reguler dengan AS dalam upaya mengurangi ketegangan dengan Pyongyang.
Lihat Juga :