Ilmuwan AS: Sinar Matahari Hancurkan Virus Corona dengan Cepat

Jum'at, 24 April 2020 - 17:14 WIB
Alasannya diperkirakan termasuk bahwa tetesan pernapasan tetap mengudara lebih lama di cuaca dingin, dan bahwa virus terdegradasi lebih cepat pada permukaan yang lebih panas, karena lapisan lemak pelindung yang menyelimutinya mengering lebih cepat.

Otoritas kesehatan AS percaya bahwa meskipun kasus COVID-19 melambat selama musim panas, tingkat infeksi cenderung meningkat lagi di musim gugur dan musim dingin, sejalan dengan virus musiman lainnya seperti flu.

Namun makalah itu belum dirilis untuk ditinjau sehingga sulit bagi para ahli independen untuk berkomentar tentang seberapa kuat metodologinya.

Telah lama diketahui bahwa sinar ultraviolet memiliki efek mensterilkan, karena radiasinya merusak materi genetik virus dan kemampuannya untuk bereplikasi.

Namun, pertanyaan kunci adalah berapa intensitas dan panjang gelombang sinar UV yang digunakan dalam percobaan dan apakah ini secara akurat meniru kondisi cahaya alami di musim panas.

"Akan baik untuk mengetahui bagaimana tes itu dilakukan, dan bagaimana hasilnya diukur," ujar ketua ilmu biologi di Texas A&M University-Texarkana, Benjamin Neuman, kepada AFP.

"Bukannya itu akan dilakukan dengan buruk, hanya ada beberapa cara berbeda untuk menghitung virus, tergantung pada aspek apa yang Anda tertarik untuk belajar," ia menambahkan.
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!