NATO Terpecah Soal Bantuan Militer untuk Ukraina
Rabu, 30 Maret 2022 - 13:48 WIB
Pihak Ukraina, menurut Medinsky, memberikan proposal yang diungkapkan dengan jelas yang mencakup penolakan senjata pemusnah massal dan pangkalan militer asing, dengan indikasi bahwa Kiev juga tidak akan mencari solusi militer dalam upayanya untuk merebut kembali Crimea.
Medinsky juga menekankan dalam pernyataannya kepada outlet RT yang dikelola negara bahwa de-eskalasi Rusia "bukanlah gencatan senjata."
Juga berbicara kepada wartawan setelah putaran terakhir pembicaraan, Wakil Menteri Luar Negeri Ukraina Oleksandr Chaly mengatakan negaranya sedang menjajaki opsi untuk mendeklarasikan dirinya sebagai negara non-nuklir dan non-blok, melepaskan tawarannya untuk bergabung dengan aliansi militer Barat NATO yang dipimpin AS sebagai gantinya adalah jaminan keamanan.
Jaminan tersebut dapat diberikan oleh anggota Dewan Keamanan PBB serta Kanada, Jerman, Italia, Israel, Polandia dan Turki, menurut negosiator Ukraina dan kepala Partai Hamba Rakyat yang berkuasa David Arakhamia.
Penasihat Zelensky, Mykhailo Podolyak mengatakan, masalah Crimea adalah file terpisah yang dapat diselesaikan dalam format negosiasi bilateral 15 tahun dengan Rusia. Status Donbas, bagaimanapun, akan dialihkan ke jalur lain, yang dibahas secara langsung dalam pertemuan masa depan antara Putin dan Zelensky.
Baca juga: Ukraina Tawarkan Status Netral dengan Imbalan Jaminan Keamanan
Medinsky juga menekankan dalam pernyataannya kepada outlet RT yang dikelola negara bahwa de-eskalasi Rusia "bukanlah gencatan senjata."
Juga berbicara kepada wartawan setelah putaran terakhir pembicaraan, Wakil Menteri Luar Negeri Ukraina Oleksandr Chaly mengatakan negaranya sedang menjajaki opsi untuk mendeklarasikan dirinya sebagai negara non-nuklir dan non-blok, melepaskan tawarannya untuk bergabung dengan aliansi militer Barat NATO yang dipimpin AS sebagai gantinya adalah jaminan keamanan.
Jaminan tersebut dapat diberikan oleh anggota Dewan Keamanan PBB serta Kanada, Jerman, Italia, Israel, Polandia dan Turki, menurut negosiator Ukraina dan kepala Partai Hamba Rakyat yang berkuasa David Arakhamia.
Penasihat Zelensky, Mykhailo Podolyak mengatakan, masalah Crimea adalah file terpisah yang dapat diselesaikan dalam format negosiasi bilateral 15 tahun dengan Rusia. Status Donbas, bagaimanapun, akan dialihkan ke jalur lain, yang dibahas secara langsung dalam pertemuan masa depan antara Putin dan Zelensky.
Baca juga: Ukraina Tawarkan Status Netral dengan Imbalan Jaminan Keamanan
(ian)
Lihat Juga :