8 Jalur Perdagangan Kuno Peradaban Manusia

Minggu, 21 Juni 2020 - 05:56 WIB
Rute Dupa dikembangkan untuk mengangkut kemenyan dan mur, yang hanya ditemukan di ujung selatan Semenanjung Arab (Yaman modern dan Oman). Kemenyan dan mur keduanya berasal dari getah pohon yang dijemur di bawah sinar matahari.

Getah ini kemudian dibakar sebagai dupa atau digunakan sebagai parfum dan juga populer dalam ritual penguburan untuk membantu pembalseman. Unta didomestikasi sekitar 1000 SM dan perkembangan ini memungkinkan orang Arab mulai mengangkut komoditas dupa ke kawasan Mediterania, sebuah pusat perdagangan penting.

Kemenyan dan mur menjadi komoditas penting bagi orang-orang Romawi, Yunani, dan Mesir. Setiap tahunnya tak kurang 3000 ton dupa diperdagangkann. Sejarawan Romawi Pliny the Elder menulis bahwa butuh 62 hari untuk menempuh salaj satu rute perdagangan darat populer ini.

4. Jalur Amber (Amber Road)



Jalur Amber adalah rute perdagangan kuno untuk pemindahan amber dari daerah pantai di Laut Utara dan Laut Baltik ke Laut Mediterania. Rute perdagangan prasejarah antara Eropa Utara dan Selatan ini ditentukan oleh perdagangan ambar.

Sebagai komoditas penting, kadang-kadang dijuluki "emas utara", ambar diangkut dari Laut Utara dan Laut Baltik ke daratan melalui sungai Vistula dan Dnieper ke Italia, Yunani, Laut Hitam, Suriah, dan Mesir selama beberapa periode. Ribuan tahun lalu, amber telah diperdagangkan sejak sekitar 3000 SM.

Deposit amber dalam jumlah besar ditemukan di bawah Laut Baltik, terbentuk jutaan tahun yang lalu. Hari ini, Anda dapat menemukan jejak Jalan Amber tua di Polandia.

5. Jalan Kuda Teh (The Tea Horse Road)



Rute kuno ini berkelok-kelok dengan kecepatan lebih dari 6.000 mil, melalui Pegunungan Hengduan — daerah penghasil teh utama di China — dan terus ke Tibet dan India. Jalan itu juga melintasi banyak sungai, menjadikannya salah satu jalur perdagangan kuno paling berbahaya. (Baca juga: 10 Negara Penghasil Teh Terbaik, Indonesia Salah Satunya)

Barang-barang utama yang menempuh rute ini adalah teh China dan kuda-kuda asal Tibet. Bagian dari rute tersebut digunakan mulai tahun 1600 SM, tetapi orang-orang mulai menggunakan seluruh jalur untuk perdagangan dari sekitar abad ke-7 M, dan perdagangan skala besar mulai terjadi mulai pada Dinasti Song (960-1279).

6. Jalur Garam (The Salt Route)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!