Biden Usulkan Anggaran Militer AS Terbesar Sepanjang Sejarah, Rp11.677 Triliun
Selasa, 29 Maret 2022 - 11:32 WIB
Anggota militer dan pegawai Pentagon sipil juga akan mendapatkan kenaikan gaji 4,6%, terbesar dalam 20 tahun.
“Pembelian besar termasuk dua kapal selam kelas Virginia. Lebih banyak dana untuk pengembangan pembom B-21 Northrop Grumman, dan pembelian jet F-35 yang lebih kecil dari Lockheed Martin daripada yang dibayangkan sebelumnya,” papar laporan Bloomberg.
Sementara anggaran menginginkan USD6,9 miliar untuk Inisiatif Pencegahan Eropa, hampir dua kali lipat dari permintaan USD3,6 miliar pada 2022.
Dana USD1,8 miliar untuk memperluas kehadiran militer AS di Indo-Pasifik, anggaran peningkatan pangkalan untuk fasilitas yang dihadapi China mencapai USD451 juta, dibandingkan dengan USD245 juta yang diminta untuk Eropa.
Biden telah memerintahkan penarikan total pasukan AS dari Afghanistan Agustus lalu, dengan alasan antara lain perang 20 tahun telah menelan biaya terlalu banyak dalam hal uang dan nyawa warga Amerika.
Pemerintah yang didukung AS di Kabul menyerah kepada Taliban dua pekan sebelum tentara Amerika terakhir terbang keluar. Penarikan pasukan yang kacau itu sangat memalukan Washington.
“Pembelian besar termasuk dua kapal selam kelas Virginia. Lebih banyak dana untuk pengembangan pembom B-21 Northrop Grumman, dan pembelian jet F-35 yang lebih kecil dari Lockheed Martin daripada yang dibayangkan sebelumnya,” papar laporan Bloomberg.
Sementara anggaran menginginkan USD6,9 miliar untuk Inisiatif Pencegahan Eropa, hampir dua kali lipat dari permintaan USD3,6 miliar pada 2022.
Dana USD1,8 miliar untuk memperluas kehadiran militer AS di Indo-Pasifik, anggaran peningkatan pangkalan untuk fasilitas yang dihadapi China mencapai USD451 juta, dibandingkan dengan USD245 juta yang diminta untuk Eropa.
Biden telah memerintahkan penarikan total pasukan AS dari Afghanistan Agustus lalu, dengan alasan antara lain perang 20 tahun telah menelan biaya terlalu banyak dalam hal uang dan nyawa warga Amerika.
Pemerintah yang didukung AS di Kabul menyerah kepada Taliban dua pekan sebelum tentara Amerika terakhir terbang keluar. Penarikan pasukan yang kacau itu sangat memalukan Washington.
(sya)
Lihat Juga :