China Ancam Balas Sanksi AS Atas Penindasan Agama

Rabu, 23 Maret 2022 - 01:04 WIB
Baca juga: AS Beri Sanksi Baru Kepada China Atas Penganiayaan Terhadap Minoritas

Kebijakan terbaru ini datang hanya beberapa hari setelah Presiden Joe Biden mengadakan panggilan video dengan pemimpin China Xi Jinping, di mana presiden AS berusaha menekan Xi Jinping untuk tidak memberikan dukungan bagi invasi Rusia ke Ukraina.

Catatan hak asasi manusia China dan perlakuannya terhadap Uighur khususnya telah menjadi area pertikaian antara Beijing dan Washington, terlepas dari upaya pemerintah China untuk menunjukkan banyak kegagalan Amerika.

Tahun lalu, Blinken mendukung penilaian pendahulunya, Mike Pompeo, yang menetapkan bahwa kebijakan China di wilayah barat laut Xinjiang merupakan genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan, yang menurut pemerintahan Presiden Joe Biden sedang berlangsung.

Penelitian terperinci dan pelaporan ekstensif telah mengungkap apa yang digambarkan oleh kelompok hak asasi sebagai pelecehan sistematis selama bertahun-tahun dan bahkan pengendalian populasi yang menargetkan Uighur dan anggota kelompok minoritas Muslim lainnya.

Baca juga: China Diduga Berupaya Alihkan Isu Pelanggaran HAM Muslim Uighur

Ini termasuk penahanan sewenang-wenang lebih dari satu juta pria dan wanita Uighur, sterilisasi paksa untuk mengurangi tingkat kelahiran alami serta "pemindahan tenaga kerja" yang memaksa penduduk Xinjiang dari tanah air mereka.

China menyangkal melakukan kesalahan. Kamp pendidikan ulang, katanya, adalah bagian dari kampanye anti-teror di seluruh kawasan, sementara program kerja paksa adalah bentuk pengentasan kemiskinan. Uighur hidup melalui "periode pembangunan yang optimal" dan akan lebih bahagia karenanya, sebuah buku putih pemerintah China menyatakan musim panas lalu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!