AS: Penindasan Myanmar Terhadap Muslim Rohingya adalah Genosida

Selasa, 22 Maret 2022 - 05:00 WIB
"Ya, kami mendukung rakyat Ukraina," katanya. “Dan kita juga harus berdiri dengan orang-orang yang menderita kekejaman di tempat lain,” lanjutnya.

Pemerintah Myanmar, juga dikenal sebagai Burma, sudah berada di bawah berbagai lapisan sanksi AS sejak kudeta militer menggulingkan pemerintah yang dipilih secara demokratis pada Februari 2021. Ribuan warga sipil di seluruh negeri telah dibunuh dan dipenjarakan sebagai bagian dari kampanye yang sedang berlangsung. represi terhadap siapa pun yang menentang junta yang berkuasa.

Baca: Pria Bersenjata Serang Kamp Pengungsi Rohingya, 7 Orang Tewas

Lebih dari 700.000 Muslim Rohingya telah melarikan diri dari Myanmar yang mayoritas beragama Buddha ke kamp-kamp pengungsi di Bangladesh sejak Agustus 2017, ketika militer Myanmar melancarkan operasi pembersihan sebagai tanggapan atas serangan oleh kelompok pemberontak.

Pasukan keamanan Myanmar telah dituduh melakukan pemerkosaan massal, pembunuhan dan pembakaran ribuan rumah. Pakar Departemen Luar Negeri telah mendokumentasikan contoh militer Myanmar yang meratakan desa dan melakukan pemerkosaan, penyiksaan, dan pembunuhan massal terhadap warga sipil setidaknya sejak 2016.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!