Pelapor HAM PBB Desak Korut Buka Pintu bagi Bantuan Kemanusiaan
Selasa, 22 Maret 2022 - 01:30 WIB
“Sekarang, di saat negara ini masih dalam cengkeraman langkah-langkah ketat COVID-19, ada kekhawatiran serius bahwa segmen populasi yang paling rentan mungkin menghadapi kelaparan dan kelaparan,” kata Quintana, seperti dikutip dari Reuters.
Republik Rakyat Demokratik Korea (DPRK) - nama resmi Korut - belum melaporkan kasus COVID-19 dan telah memberlakukan tindakan anti-virus yang ketat sejak awal pandemi, termasuk penutupan perbatasan dan pembatasan perjalanan domestik.
Badan-badan bantuan asing dan kedutaan besar, sebagian besar meninggalkan negara itu setelah pembatasan membuat sulit mempertahankan kehadiran di sana.
Baca: Minggu Siang, Korea Utara Luncurkan 4 Roket dalam Satu Jam
Quintana pun mendesak Korut untuk "secara bertahap membuka perbatasannya dan segera mengizinkan kembalinya badan-badan PBB, organisasi internasional lainnya dan komunitas diplomatik, dan untuk kegiatan ekonomi dan pergerakan orang".
Republik Rakyat Demokratik Korea (DPRK) - nama resmi Korut - belum melaporkan kasus COVID-19 dan telah memberlakukan tindakan anti-virus yang ketat sejak awal pandemi, termasuk penutupan perbatasan dan pembatasan perjalanan domestik.
Badan-badan bantuan asing dan kedutaan besar, sebagian besar meninggalkan negara itu setelah pembatasan membuat sulit mempertahankan kehadiran di sana.
Baca: Minggu Siang, Korea Utara Luncurkan 4 Roket dalam Satu Jam
Quintana pun mendesak Korut untuk "secara bertahap membuka perbatasannya dan segera mengizinkan kembalinya badan-badan PBB, organisasi internasional lainnya dan komunitas diplomatik, dan untuk kegiatan ekonomi dan pergerakan orang".
Lihat Juga :