Ukraina: Situasi di Mariupol Sangat Sulit, Jalur Evakuasi Diblokir
Senin, 21 Maret 2022 - 23:02 WIB
“Tidak ada pembicaraan tentang penyerahan diri, peletakan senjata. Kami telah memberi tahu pihak Rusia tentang ini,” katanya, menurut situs berita online Ukrainska Pravda. “Daripada membuang-buang waktu untuk delapan halaman surat, buka saja koridor [kemanusiaan],” tandasnya.
Mariupol, sebuah pelabuhan di Laut Azov, adalah rumah bagi 400.000 orang sebelum perang. Kota itu telah dikepung dan dibombardir pasukan Rusia. Warga Mariupol terjebak tanpa makanan, obat-obatan, listrik atau air bersih, sejak hari-hari awal invasi Rusia pada 24 Februari.
Baca: Wakil Komandan Armada Laut Hitam Rusia Tewas dalam Perang di Mariupol
Vereshchuk mengatakan, kesepakatan telah dicapai dengan Rusia untuk menciptakan 8 koridor kemanusiaan untuk mengevakuasi warga sipil dari kota-kota yang terkepung pada hari Senin, tetapi Mariupol tidak ada di antara koridor itu.
Vereshchuk mengatakan, upaya untuk mencapai Mariupol dengan bantuan kemanusiaan terus gagal. "Situasi di sana sangat sulit," tambahnya.
Mariupol, sebuah pelabuhan di Laut Azov, adalah rumah bagi 400.000 orang sebelum perang. Kota itu telah dikepung dan dibombardir pasukan Rusia. Warga Mariupol terjebak tanpa makanan, obat-obatan, listrik atau air bersih, sejak hari-hari awal invasi Rusia pada 24 Februari.
Baca: Wakil Komandan Armada Laut Hitam Rusia Tewas dalam Perang di Mariupol
Vereshchuk mengatakan, kesepakatan telah dicapai dengan Rusia untuk menciptakan 8 koridor kemanusiaan untuk mengevakuasi warga sipil dari kota-kota yang terkepung pada hari Senin, tetapi Mariupol tidak ada di antara koridor itu.
Vereshchuk mengatakan, upaya untuk mencapai Mariupol dengan bantuan kemanusiaan terus gagal. "Situasi di sana sangat sulit," tambahnya.
Lihat Juga :