Ajudan Zelensky Tuding Mantan Presiden Ukraina Picu Konflik dengan Rusia
Minggu, 20 Maret 2022 - 05:15 WIB
“Ketika Poroshenko memperkenalkan ini, itu adalah teknologi PR (public relation) pra-pemilu pribadinya. Dia tahu sebelumnya bahwa NATO tidak akan pernah menerima kita. Tidak sedikit pun dari kesalahan atas apa yang terjadi sekarang di Ukraina terletak pada mereka yang mengadopsi dan mempromosikan ketentuan konstitusional ini,” ujar dia.
Baca juga: Politisi Italia Ingin Undang Putin ke Parlemen setelah Zelensky
Dia menyiratkan bahwa para anggota parlemen Ukraina yang mendukung klausul itu juga harus disalahkan.
Perubahan konstitusi itu mendapat dukungan luar biasa saat itu dengan 334 suara dari 450 anggota parlemen memberikan dukungan.
Di era Poroshenko, keinginan bergabung dengan NATO juga dimasukkan ke dalam doktrin militer negara itu pada 2015. Dokumen itu juga secara resmi menetapkan Rusia sebagai “musuh militer” Kiev.
Aspirasi NATO oleh Ukraina, bagaimanapun, sebenarnya sudah ada jauh sebelum reformasi konstitusi Februari 2019.
Ukraina menyesuaikan diri dengan blok pimpinan AS sejak akhir 1990-an, mengirim "unit penjaga perdamaian" ke Irak pada 2002, mengadopsi undang-undang yang memungkinkan akses militer pasukan NATO ke wilayahnya pada 2004, dan seterusnya.
Baca juga: Politisi Italia Ingin Undang Putin ke Parlemen setelah Zelensky
Dia menyiratkan bahwa para anggota parlemen Ukraina yang mendukung klausul itu juga harus disalahkan.
Perubahan konstitusi itu mendapat dukungan luar biasa saat itu dengan 334 suara dari 450 anggota parlemen memberikan dukungan.
Di era Poroshenko, keinginan bergabung dengan NATO juga dimasukkan ke dalam doktrin militer negara itu pada 2015. Dokumen itu juga secara resmi menetapkan Rusia sebagai “musuh militer” Kiev.
Aspirasi NATO oleh Ukraina, bagaimanapun, sebenarnya sudah ada jauh sebelum reformasi konstitusi Februari 2019.
Ukraina menyesuaikan diri dengan blok pimpinan AS sejak akhir 1990-an, mengirim "unit penjaga perdamaian" ke Irak pada 2002, mengadopsi undang-undang yang memungkinkan akses militer pasukan NATO ke wilayahnya pada 2004, dan seterusnya.
Lihat Juga :