Rusia Kuasai Penuh Wilayah Kherson, Sita 10 Sistem Rudal Javelin AS

Selasa, 15 Maret 2022 - 16:46 WIB
Baca juga: Serangan Artileri Hantam Blok Apartemen di Kiev, Satu Orang Tewas

Operasi militer khusus Rusia untuk demiliterisasi dan "de-Nazifikasi" Ukraina telah memasuki hari ke-20. Pejabat pertahanan dan pemerintah Rusia sebelumnya mengatakan bahwa operasi itu berjalan sesuai jadwal.

Rusia memulai operasi militer khusus di Ukraina pada 24 Februari sebagai respons atas seruan dari republik rakyat Donetsk dan Lugansk untuk perlindungan terhadap serangan intensif oleh pasukan Ukraina. Presiden Rusia Vladimir Putin menekankan bahwa tujuannya adalah untuk melindungi rakyat Donbass, yang telah mengalami pelecehan, genosida oleh rezim Kiev selama delapan tahun.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan operasi khusus hanya menargetkan infrastruktur militer Ukraina dan penduduk sipil tidak dalam bahaya. Moskow telah berulang kali mengatakan tidak memiliki rencana untuk menduduki Ukraina. Akibatnya, negara-negara Barat telah memberlakukan banyak sanksi terhadap Rusia.

Baca juga: Rudal Balistik Tochka-U Terjang Donetsk, 17 Warga Sipil Tewas
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!