3 Negara Ini Pernah Miliki Laboratorium Senjata Biologis

Kamis, 10 Maret 2022 - 20:57 WIB
Laboratorium ini beroperasi di Fort Detrick, Maryland, Amerika Serikat, mulai tahun 1943 di bawah kendali Komando Penelitian dan Pengembangan Korps Kimia Angkatan Darat AS.

Baca juga: Eks Mata-mata Cantik Rusia Bicara Bahayanya Putin dalam Perang Ukraina

Penelitian Korps Kimia Angkatan Darat AS ini mengembangkan biocontainment, dekontaminasi, dan sterilisasi gas, serta produksi agen pemurnian program perang biologis AS. Namun, sayangnya pada 1969 penelitian ini dihentikan dan laboratorium ditutup.

Yang terbaru, Amerika Serikat dituduh memiliki laboratorium senjata biologis di Ukraina. Dalam hal ini, AS bekerja sama dengan Ukraina untuk mencegah pasukan Rusia menyerbu dan mengambil alih bahan penelitian biologis yang berada di laboratorium tersebut.

2. Uni Soviet

Sebelum runtuh, Uni Soviet pernah mengembangkan program senjata biologis pada tahun 1920-an hingga 1992. Ada dugaan program itu dilanjutkan oleh Rusia.

Pada tahun 1960, banyak fasilitas laboratorium senjata biologis di seluruh wilayah Uni Soviet.

Sepanjang sejarahnya, Uni Soviet diketahui telah menimbun 11 bio agen dan mengejar penelitian senjata biologis lain.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!