Lakukan Perjalanan 1.000 Km Sendirian, Bocah Ukraina Dipuji sebagai Pahlawan
Rabu, 09 Maret 2022 - 00:56 WIB
"Saya bersyukur Anda telah menyelamatkan hidup anak saya. Di sebelah kota saya ada pembangkit listrik tenaga nuklir yang ditembaki Rusia. Saya tidak bisa meninggalkan ibu saya - dia tidak bisa bergerak sendiri," kata Yulia Pisetskaya, menurut sebuah postingan di Facebook.
Baca juga: Kecewa Berat pada NATO, Presiden Ukraina Cari Kompromi Soal Krimea dan Donbass
Pujian juga dilontarkan Menteri Dalam Negeri Slovakia Roman Mikulec.
"Hassan kecil baru berusia 11 tahun, tetapi dengan caranya dia telah menunjukkan tekad besar, keberanian, dan keberanian yang terkadang tidak dimiliki orang dewasa," tulisnya seperti dilansir dari Newsweek.
Hassan bukan satu-satunya anak yang mengevakuasi dari Ukraina sendirian saat invasi Rusia berlanjut. UNICEF merilis sebuah pernyataan yang mengatakan bahwa "ratusan ribu" pengungsi Ukraina adalah anak-anak, banyak dari mereka tidak didampingi atau dipisahkan dari orang tua mereka.
"Anak-anak tanpa pengasuhan orang tua berada pada risiko tinggi kekerasan, pelecehan dan eksploitasi," kata Direktur Eksekutif UNICEF Catherine Russell dan Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi Filippo Grandi dalam sebuah pernyataan bersama.
Baca juga: Rusia Bisa Langsung Setop Serangan Saat Ukraina Setujui Syaratnya
Baca juga: Kecewa Berat pada NATO, Presiden Ukraina Cari Kompromi Soal Krimea dan Donbass
Pujian juga dilontarkan Menteri Dalam Negeri Slovakia Roman Mikulec.
"Hassan kecil baru berusia 11 tahun, tetapi dengan caranya dia telah menunjukkan tekad besar, keberanian, dan keberanian yang terkadang tidak dimiliki orang dewasa," tulisnya seperti dilansir dari Newsweek.
Hassan bukan satu-satunya anak yang mengevakuasi dari Ukraina sendirian saat invasi Rusia berlanjut. UNICEF merilis sebuah pernyataan yang mengatakan bahwa "ratusan ribu" pengungsi Ukraina adalah anak-anak, banyak dari mereka tidak didampingi atau dipisahkan dari orang tua mereka.
"Anak-anak tanpa pengasuhan orang tua berada pada risiko tinggi kekerasan, pelecehan dan eksploitasi," kata Direktur Eksekutif UNICEF Catherine Russell dan Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi Filippo Grandi dalam sebuah pernyataan bersama.
Baca juga: Rusia Bisa Langsung Setop Serangan Saat Ukraina Setujui Syaratnya
Lihat Juga :