Redam Ketegangan, Pentagon Tunda Tes Peluncuran Rudal Nuklir Minuteman III
Kamis, 03 Maret 2022 - 06:52 WIB
Pada Minggu, Putin memerintahkan pasukan nuklir Rusia dalam status siaga tinggi, menyusul komentar Menteri Luar Negeri Inggris Liz Truss bahwa jika operasi militer Rusia di Ukraina tidak dihentikan, itu akan menyebabkan konflik dengan NATO.
Sebagai tanggapan, AS dan NATO sama-sama mengindikasikan bahwa mereka tidak melihat alasan untuk meningkatkan status siaga nuklir mereka sendiri.
Tiga sekutu NATO yakni AS, Inggris dan Prancis memiliki senjata nuklir, dan beberapa anggota NATO Eropa memiliki perjanjian khusus dengan Washington untuk dipersenjatai dengan bom nuklir Amerika jika terjadi konflik.
Operasi khusus Rusia di Ukraina dimulai pada 24 Februari dan bertujuan "menetralisir" negara itu di tengah kekhawatiran Kiev dapat berfungsi sebagai platform dari mana NATO dapat menyerang Rusia.
Operasi itu juga bertujuan melenyapkan pasukan neo-Nazi yang bertanggung jawab mendorong perang selama delapan tahun melawan etnis Rusia di wilayah Donbass.
Bulan lalu, Putin memperluas pengakuan diplomatik ke dua republik yang memisahkan diri dari Kiev pada 2014.
Sebagai tanggapan, AS dan NATO sama-sama mengindikasikan bahwa mereka tidak melihat alasan untuk meningkatkan status siaga nuklir mereka sendiri.
Tiga sekutu NATO yakni AS, Inggris dan Prancis memiliki senjata nuklir, dan beberapa anggota NATO Eropa memiliki perjanjian khusus dengan Washington untuk dipersenjatai dengan bom nuklir Amerika jika terjadi konflik.
Operasi khusus Rusia di Ukraina dimulai pada 24 Februari dan bertujuan "menetralisir" negara itu di tengah kekhawatiran Kiev dapat berfungsi sebagai platform dari mana NATO dapat menyerang Rusia.
Operasi itu juga bertujuan melenyapkan pasukan neo-Nazi yang bertanggung jawab mendorong perang selama delapan tahun melawan etnis Rusia di wilayah Donbass.
Bulan lalu, Putin memperluas pengakuan diplomatik ke dua republik yang memisahkan diri dari Kiev pada 2014.
(sya)
Lihat Juga :